oleh

Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah AS Dorong Harga Minyak

OKEBUNG |
Minyak mentah asal Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) ditutup mencatatkan kenaikan terbesar mingguan dalam satu bulan. Kenaikan terjadi karena adanya spekulasi pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat sehingga meningkatkan permintaan.

Tercatat data ekonomi AS kuartal dua tercepat sejak tiga bulan terakhir di 2011.Sementara minyak mentah patokan Eropa London Brent turun untuk minggu ketiga karena persediaan yang dibatasi di pasar minyak dari kampanye militer AS terhadap Negara Islam.

“Meningkatnya kondisi ekonomi AS menjadi prospek mendasar di sini. Pasar sedang mencoba untuk menstabilkan. Kami masih memiliki banyak pasokan minyak di luar sana dan itu membebani pasar secara keseluruhan,” kata analis dan brokerĀ  Tradition Energy di Stamford, Connecticut Gene McGillian seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (27/09/2014).

Harga WTI untuk pengiriman November naik 1,1 persen atau USD1,01 ke USD93,54 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Volume WTI naik 1 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.

Sementara minyak mentah patokan Eropa London Brent untuk pengiriman November berada di level USD97 per barel di perdagangan yang berbasis di London ICE Europe kemarin.

Disparitas acuan Brent dengan WTI ditutup menyempit ke USD21,15 per barel. Volume WTI naik 31 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan. Disparitas sempat mencapai USD3,46 per barel terkecil sejak September 2013.

Sementara itu, bensin turun untuk pertama kalinya dalam empat hari atau jatuh 2,1 persen menjadi 2,6619 per galon di Nymex. Harga mencapai USD2,718 kemarin, penutupan tertinggi bulan ini karena adanya kekhawatiran kilang akan mengurangi produksi. (okz/net)
Foto:Ilustrasi/

News Feed