oleh

Perkosa Siswi SMP Dikamar Mandi Mushola,Nazir Mesjid Diciduk Polsek Delitua

OKEBUNG |
Perbuatan Doni Samri Siregar alias Doni (21) warga Jalan Pintu Air IV Kelurahan Kwala Bekala,Kecamatan Medan Johor ini benar-benar biadap. Bayangkan saja, usai disuruh mencukur bulu kemaluanya,pria yang menyandang nazir mesjid ini tega memperkosa anak gadis tetangga dikamar mandi Musholla.

Informasi diperoleh okebung.com di Polsek Delitua, perbuatan bejat yang dilakukan Doni terjadi Kamis (02/04/2015) sekira pukul 10.00 WIB.

Saat itu, korban Melati (12) pelajar SMP kelas 1 sedang melintas didepan mesjid, tiba-tiba dipanggil oleh Doni dari dalam mesjid. Selanjutnya Doni memberikan uang pecahan Rp 2 ribu kepada Melati untuk membeli minuman ringan es teh.

Sambil menyantap minuman tersebut, Doni kemudian membujuk Melati agar bersedia mencukur bulu kemaluanya. Meski merasa risih, Melati akhirnya menuruti permintaan Doni.

Lantaran, Melati merasa berhutang budi karena telah diberi minuman. Doni lalu mengambil sebuah pisau silet dan mengajak Melati masuk kedalam kamar mandi mesjid lalu menguncinya dari dalam.

Saat Melati mencukur bulu kemaluan Doni, batang kemaluan pelaku menjadi berdiri tegak. Tak kuasa menahan nafsu birahinya, Doni kemudian mengkobel-kobel kemaluan Melati dengan jari tengah tangan kanannya.

Tak puas hanya mengobok-obok kemaluan korban dengan jari tanganya sambil ber-onani, Doni kemudian memaksa Melati agar mau melayani nafsu bejatnya.

Mendenar permintaan Doni, Melati jelas saja menolak. Namun Doni terus membujuk Melati akan memberi sesuatu.Dengan leluasa, Doni akhirnya berhasil memperawani gadis belia tersebut. Tak puas hanya memperawani Melati, korban pun disuruh nungging lalu lubang dubur korban juga ikut disorong secara berulang-ulang.

Usai ejakulasi, Doni kemudian menyuruh Melati agar kembali mengenakan pakaiannya. Sebelum pergi pulang ke rumahnya, Melati pun diancam akan dibunuh bila memberitahui kejadian itu kepada orang lain.

Terungkapnya percabulan yang dilakukan Doni, berawal ketika ibu Melati, Linda Boru Simbolon yang curiga karena hingga siang hari, anaknya belum pulang ke rumah. Khawatir dengan keberadaan anaknya, ibu korban pun berupaya melakukan pencarian.

Begitu bertemu Melati langsung diintrogasi. Semula, Melati memilih bungkam. Namun karena terus dipaksa, Melati akhirnya menceritakan kepada ibunya. Begitu mendengar pengakuan putrinya, Boru Simbolon pun emosi dan berang.

Tanpa pikir panjang, hari itu juga, Melati langsung dibawa ke Polsek Delitua guna membuat laporan.

Polsek Delitua yang menerima laporan ibu kandung Melati, langsung cepat merespon. Usai memperoleh hasil visum serta mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi, Doni akhirnya diringkus, Selasa (21/04/2015) sore.

Kapolsek Delitua, Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan seorang tersangka cabul yang merupakan nazir mesjid.

“Tersangka telah dijebloskan kedalam sel tahanan Polsek Delitua guna keperluan penyidikan lebih lanjut. Dan tersangka akan dijerat dengan UU RI 23 thn 2002 dengan ancaman minimal 5 tahun dan max 15 tahun penjara dengan denda 5 Millyar rupiah” kata Sitepu.

Sementara menurut pengakuan Doni kepada petugas mengaku khilap melakukan perbuatan senonoh terhadap korban.”Aku khilap pak. Waktu itu aku melihat dia melintas didepan mesjid. Lalu aku bujuk mencukur bulu kemaluanku. Setelah itu, aku mencumbuinya.Karena tak puas lantas aku paksa korban mau bersetubuh denganku,”akunya. (Jek)

Fotoist\okebung.com

News Feed