oleh

Penjualan Sepeda Motor Curian Via Online Diungkap Polresta Medan

 
OKEBUNG|
Petugas unit Jahtanras Sat Reskrim Polresta Medan berhasil meringkus dua penadah sepeda motor curian (curanmor),dengan modus penjualan via situs online di kawasan Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (20/05/2015).

Dari tangan tersangka, petugas  mengamankan dua unit sepeda motor Honda Vario BK 2636 XAJ dan Yamaha Mio Soul GT BK 5685 MAP.

Informasi diperoleh di Mapolresta Medan menyebutkan, adapun kedua tersangka penadah penjualan sepeda motor via online shop yang dibekuk yakni C (20), warga Jalan TB Simatupang Gang Sehat, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal dan CW (21), warga Jalan TB Simatupang Gang Lapangan, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono SH SIK MH didampingi Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Victor Ziliwu SIK SH, Kanit Jahtanras, Iptu Dede Chandra Gunawan SH dan Kanit Ranmor Sat Reskrim Polresta Medan, AKP S Zupri Siregar SH mengatakan, kedua tersangka berhasil diringkus setelah dilakukan penyelidikan oleh pihaknya saat hendak melakukan transaksi.

“Tersangka diringkus setelah anggota melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi terkait adanya penjualan sepeda motor hasil curian yang dipasarkan via situs online shop. Disaat itu, pelaku yang hendak melakukan transaksi berhasil ditangkap oleh anggota Polresta Medan,” jelas Aldi.

Dijelaskan Aldi, pihaknya telah mencari pelaku yang berinisial B, yang merupakan tersangka pencurian dan yang memberikan barang bukti sepeda motor ini kepada penadah yang berhasil dibekuk tersebut.

“Kedua tersangka sebelumnya telah berhasil menjual dua unit sepeda motor via online shop,”sebutnya.

Dari pengakuan tersangka,kata Aldi, aksi para tersangka ini sudah berjalan selama 3 bulan terakhir dan para tersangka juga telah berhasil menjual dua unit sepeda motor via online shop.

“Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP subs Pasal 362 KUHP subs Pasal 480 KUHP tentang tindak pidana pencurian atau pertolongan jahat/tadah dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolsek Sunggal ini. (so)

News Feed