oleh

Penjualan Kayu Ilegal Digagalkan Petugas BBTNGL

OKEBUNG|
Petugas Patroli Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) kembali berhasil menggagalkan penjualan kayu broti yang diduga kuat berasal dari dalam kawasan TNGL.

Dari penangkapan ini,petugas mengamankan 1 tersangka dan 46 keping kayu jenis meranti batu dan damar.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Stabat, Sapto Aji Prabowo menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari patroli rutin yang sudah melakukan pengintaian terhadap mobil jenis Kijang yang memasuki kawasan TNGL sejak sore hari yang mana baru keluar dari dalam kawasan TNGL pada malam harinya.

“Hari ini anggota kami dari patroli mendapat tangkapan barupa 46 keping broti. Ditangkap di depan kantor Kecamatan Brandan Barat, sekitar Pangkalan Susu, lalu langsung kita bawa ke sini,” katanya Jumat malam.

Dia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ini pihaknya sudah mengarahkan untuk melakukan patroli karena pada saat puasa atau hari-hari besar tindak pidana kehutanan mengalami peningkatan.

“Jadi yang diamankan adalah 1 orang bernama S umur 38 tahun, tinggal di Desa Harapan Maju dan yang bersangkutan mengaku sebagai sekuritinya PT BM,” bebernya.

Untuk selanjutnya, sebut dia, kasus ini akan didalami oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBTNGL dan akan dikembangkan lebih lanjut. Dia menambahkan, kasus ini merupakan kasus ke tujuh sejak Januari 2015.

Sedangkan modus menggunakan minibus atau mobil pribadi yang sudah dimodifikasi merupakan modus kedua dari yang sudah ditangkap.

“Mereka memodifikasi mobil pribadi atau minibus untuk mengangkut kayu, barangkali untuk mengelabui petugas kita. Ini jenisnya meranti batu dan damar dan kita yakin ini dari dalam kawasan taman nasional karena tidak ada lagi kayu jenis meranti batu dan damar di daerah langkat selain di dalam kawasan TNGL,” pungkasnya.(fkm)

Foto|ilustrasi\

News Feed