oleh

Peningkatan Suku Bunga Bank Sentral Amerika,Mata Uang Negara Berkembang Akan Alami Pelemahan

OKEBUNG |
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, peningkatan suku bunga yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika ini, akan membuat ketertarikan investor kepada dolar AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang pun mengalami pelemahan.

“Kita sudah tahu akan ada penyesuaian oleh the Fed, jadi pemerintah sudah mulai mengimbangi dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), suku bunga, dan membuat depresiasi Rupiah,” kata dia dalam acara Ocean Investment Summit di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (01/10/2014).

Menurut dia, ekonomi Indonesia pada 2014 memang menghadapi risiko yang lebih baik. Meski demikian, ketika pejabat the Fed mengumumkan akan menaikan suku bunga lebih cepat, maka mulai terjadi penarikan modal keluar (outflow).

“Akibatnya Rupiah terdepresiasi. Tercatat sudah 0,16 persen sejak awal tahun ini,” tambah dia.

Agus menambahkan, hingga September ini dana asing yang berada di surat utang Negara telah mencapai Rp170 triliun baik di SUN, maupun SBI. “Dan itu harus diwaspadai, karena jika Fed rate naik, maka investor mungkin akan menarik dananya untuk kembali ke Amerika,” jelas dia.(net)

Foto:BI/Net

News Feed