oleh

Pengamat Terorisme: ISIS Jadikan Asia Rute Transportasi Nuklir

OKEBUNG|
Pengamat terorisme mengkhawatirkan bahwa Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menggunakan Asia Tengah sebagai jalur tranportasi, untuk mengangkut senjata nuklir.

Menurut Kepala Commonwealth of Independent States Anti-Terrorism Center (CIS) Andrei Novikov bahan-bahan pembuat senjata nuklir banyak yang dilaporkan hilang dari belahan dunia. Sementara wilayah Asia Tengah memberikan peluang besar dalam hal jalur dari Timur Tengah hingga ke Eropa.

“Kami juga memperhatikan kemungkinan ancaman di wilayah CIS yang digunakan oleh kelompok teroris terutama Asia Tengah, untuk transportasi nuklir serta peralatan yang berhubungan dengan senjata pemusnah massal,” Ungkap Novikov, seperti dikutip RIA Novosti, Rabu (10/09/2014).

“Ingat, para militan ISIS telah merebut Kota Mosul, Irak. Kota itu merupakan kota terbesar kedua di Irak dan mereka telah mencuri puluhan kilogram bahan nuklir dari universitas di kota itu, mereka juga mendapatkan aset senilai 1 miliar dolar,” lanjutnya.

Novikov menambahkan, bahwa ada alasan kuat untuk mempercayai bahwa kelompok teroris ini tidak akan memiliki kesulitan keuangan. Mereka akan dengan mudah merekrut para ahli dan membeli persenjataan nuklir.

Sebelumnya pada awal Juli 2014, Duta Besar Irak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan Sekjen PBB Ban Ki Moob bahwa sekira 40 kg uranium telah dicuri oleh anggota ISIS.

Saat itu, pihak pengawas atom PBB merespons bahwa material yang dicuri tidak menunjukkan ancaman besar. Benda yang dicuri itu tidak lebih sebagai bahan berskala rendah dan memerlukan waktu bertahun-tahun, untuk diubah menjadi senjata pemusnah massal. (Okz/Net)

Foto:ISIS /Net/

News Feed