oleh

Penerimaan Rokok & Minuman Keras Ditargetkan Rp125,9 T

JAKARTA -OKB|
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyampaikan postur RAPBN 2015. Dalam RAPBN tersebut, total pendapatan negara mencapai Rp1.762,3 triliun. Penerimaan terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.370,8 triliun, PNBP sebesar Rp388 triliun, dan penerimaan hibah Rp3,4 triliun.

Sementara Pendapatan cukai dalam RAPBN 2015, ditargetkan mencapai sebesar Rp125,946 triliun. Penerimaan tersebut terdiri atas cukai hasil tembakau sebesar Rp119,757 triliun, cukai etil alkohol (EA) sebesar Rp165,5 miliar, dan cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar Rp6,023 triliun.

“Bila dibandingkan dengan target dalam APBNP tahun 2014, pendapatan cukai meningkat 7,2 persen,” demikian seperti dikutip dari nota keuangan 2015 di Jakarta, Sabtu (16/08/2014).

Sekadar informasi, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan cukai yaitu, kenaikan volume produksi rokok, kebijakan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau dan harga dasar barang kena cukai. “Serta extra effort dalam pemberantasan cukai ilegal,” tulis laporan tersebut.

Sekadar informasi, DJBC memproyeksikan penerimaan cukai sepanjang tahun 2014 bisa mencapai sekitar Rp117,15 triliun atau 100,75 persen dari target. produksi hasil tembakau pada Januari mencapai 26,7 miliar batang dan Februari sebanyak 38,5 miliar batang.

Dengan tren kenaikan tersebut, DJBC memperkirakan volume produksi Hasil Tembakau (rokok) untuk tahun 2014 ini bisa menyentuh angka 360 – 362 miliar batang setahun. (Okezone/Net)

Foto:sby,/

News Feed