oleh

Pemilik Izin Batu Gamping Kangkangi Putusan Bupati Dairi

OKEBUNG|
Pemilik izin pertambangan batu gamping ternyata telah mengkangkangi putusan Bupati Dairi.Akibatnya warga pun berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.

Diketahui berdasarkan putusan Bupati Dairi tentang pengelolahan pertambangan Batu Gamping
milik Koperasi Usaha Dagang (UD) Saroha yang berlokasi di Desa Kaban Julu,Kec Lae Parira,Kab Dairi selaku Pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Batuan dilarang mengalihkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Batuan Kepada pihak lain atau mengadakan kerjasama dengan pihak lain kecuali izin tertulis dari Bupati Dairi cq Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Dairi.

Kemudian pihak pertambangan tersebut tidak memelihara lingkungan hidup di sekitar lokasi kegiatan usaha apalagi melakukan upaya-upaya penanggulangan dampak lingkungan pertambangan sebagaimana yang telah dituangkan kedalam Dokumen.

Serta pemegang izin usaha pertambangan operasional produksi mineral batuan tidak membuat papan nama yang ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat dan diketahui umum.

Kemudian telah membuat palang portal ke lokasi pertambangan tersebut.

Tidak adanya kepala teknik tambang yang bertanggung jawab atas kegiatan izin usaha pertambangan operasional produksi mineral batuan

Serta Keselamatan dan Kesehatan kerja pertambangan serta pengelolaan lingkungan pertambangan.

” Dari point- point diatas jelas sudah selaku pemegang izin telah mengkangkangi putusan Bupati Dairi dalam menjalankan pertambangan batu gamping tersebut,” ungkap sumber kepada okebung.com,Kamis (12/03/2015)siang.

Selaku warga sekitar,lanjut dirinya mengharapkan agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.

” Jika peninjauan dilapangan telah diketahui pemegang izin tidak mengikuti aturan dan peraturan yang sudah ditetapkan tentang pertambangan batu gamping tersebut,saya mewakili masyarakat berharap agar Bupati Dairi memberhentikan segera usahanya tersebut karena telah menyalahi ,”tegasnya yang diaminkan warga sekitar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya
Pertambangan Batu Gamping
milik Koperasi Usaha Dagang (UD) Saroha yang berlokasi di Desa Kaban Julu,Kec Lae Parira,

Sesuai dengan hasil investigasi awak media ini kelokasi menemukan bahwa sistem tambang Quarry biasanya diterapkan mengggunakan sistem berjenjang/bench system namun kenyataannya tebing galian curam.

“Sebenarnya dapat membahayakan bang jika dilihat dari kecuraman tinggi tebing penambangan ini,karena yang digali itu bagian bawahnya,”ungkap salah seorang pekerja.

Kemudian ironisnya sejumlah kaum Pekerja tidak dilengkapi dengan tanggul pengaman (safety berm) yang nantinya dapat membahayakan diri.

“Aturannya ia memang harus ada pengaman bang karena kerjaan ini resikonya tinggi dan dapat bisa membahayakan diri sendiri ,habis mau gimana lagi,si pengelolahnya ajapun gak mau tau,”keluh pria penambang.

Saat disinggung pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi mineral batuan telah memindahtangankan kepada pihak lain dirinya membenarkan hal tersebut.

” Sudah lama lah bang penambangan ini yang kelolah Kepala desa Kabanjulu ,Pak Hombing dan adanya persetujuan Bupati Dairi dari pemegang izin dengan pengelolah tersebut saya belum tau,”ucap pekerja.

Terkait hal ini,Kadis pertambangan Dairi,Sahala Tua Manik saat dikonfirmasi okebung,com,Jumat (06/03/2015) lalu mengatakan bahwa perihal study kelayakan pertambangan dilokasi tersebut mengatakan sebelumnya pihak dinas pertambangan sudah meninjau lokasi pertambangan yang tidak layak beroperasi tersebut sekitar tiga minggu yang lalu,oleh karena itu pihak dinas pertambangan sudah menyurati pengelolah pertambangan namun di indahkan.

“Dari hasil peninjauan turun kelokasi pertambangan tersebut,kita sudah memperingatkan dan menyurati pemiliknya dengan di BAP,”jelas Kadis.

Masih dikatakannya,apabila pemilik pertambangan bersikeras terus menjalankan usahanya,pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan keras.

“Apabila pertambangan Batu Gamping tersebut masih beroperasi,dan tetap di indahkan oleh pemilik,dalam dekat ini,kita akan menutup operasional UD pertambangan tersebut,karena telah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan,”tegasnya. (Jek)

News Feed