oleh

Pemerintah Indonesia Bebaskan WNI dari Hukuman Mati di Arab Saudi

OKEBUNG|
Pemerintah Indonesia membebaskan,
Lilik binti Mas’oud,salah seorang warga negara Indonesia (WNI) dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi. Laporannya disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Lilik telah diserahkan kepada keluarganya di Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelumnya,dia ditangkap pada 2008 di Jeddah dengan tuduhan berbuat zina dan terlibat persekongkolan dengan seorang warga negara Bangladesh (suami sirinya) untuk membunuh WNI lainnya atas nama Aisyah. Akibatnya, ia diancam hukuman mati dengan cara dirajam.

“Pemerintah melalui KJRI Jeddah telah memberikan bantuan hukum kepada Lilik, termasuk dengan menunjuk pengacara tetap dari kantor pengacara Khudron Alzahrani. Dalam proses persidangan pengacara berhasil membuktikan bahwa Lilik tidak terlibat dalam pembunuhan,” demikian pernyataan Kemlu RI melalui rilis,Senin (25/05/2015)dilansir okezone.com.

Terkait dengan tuduhan zina, pengacara berhasil membuktikan bahwa Lilik telah menikah secara siri. Pada persidangan terakhir bulan Oktober 2014, hakim membebaskan Lilik dari ancaman hukuman mati namun tetap menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun dan 500 kali cambukan,” lanjut pernyataan tersebut.

Setelah melaksanakan hukuman tersebut dan memastikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak melakukan banding terhadap putusan itu, KJRI Jeddah segera memroses pemulangan Lilik ke Indonesia.

Dengan dibebaskannya Lilik, sepanjang tahun 2015 ini pemerintah membebaskan 22 WNI dari ancaman hukuman mati di sejumlah negara. Pemerintah akan terus memberikan bantuan hukum untuk mengupayakan pembebasan WNI dari ancaman hukuman mati dengan tetap menghormati kedaulatan hukum yang berlaku di negara setempat.(okz/net)

Foto illustrasi\dok.net

News Feed