oleh

Pembobol ATM Nasabah Bank Bermodus Ganjal Tusuk Gigi Dibekuk Polisi

OKEBUNG|
Usai sudah petualangan pelaku spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang kerap berakksi di Kota Bandarlampung ini.

Pasalnya,pembobol ATM bermoduskan ganjal tusuk gigi ini akhirnya berhasil diringkus polisi saat sedang beraksi di SPBU dikawasan Jalan T Umar Lampung.

Akibat perbuatannya, Aw,(24)warga Jalan Imam Bonjol, Kel Sukajawa,Kec Tanjungkarang Barat,Kota Bandarlampung harus mendekam dibalik jeruji sel polisi.

“Pelaku damankan saat akan membobol ATM milik seorang nasabah bernama Mega Rani (19) warga Sinar Jati, Dusun III, RT 02, RW 01, Kel Hajimena, Kec Natar, Lampung Selatan, pada Selasa (28/10/2014) sekitar pukul 19.30 WIB lalu, ”kata Kasi Humas Polsek Kedaton, Aipda. Nida Sari Daulay,Kamis (30/10/2014)dikutip dari poskotanews.com.

Pria yang mengais rezeki bekerja sebagai buruh ini mengaku, menggunakan modus memasukan tusuk gigi untuk mengganjal kartu ATM milik nasabah Bank agar tersangkut, kemudian berpura-pura menolong untuk mengetahui nomor pin, setelah itu menukar kartu ATM nasabah dengan kartu milik tersangka.

Komplotan ini berjumlah tiga orang, Gor yang lebih dulu ditangkap dan DS yang kini masih diburu petugas. Mereka kerap kali beraksi di wilayah Bandarlampung.

Selain akan membobol ATM milik korban Mega Rani, komplotan ini telah membobol ATM milik istri seorang perwira polisi, dan ATM milik Hj. Nining ,73, warga jalan Pagar Alam, No.88, Kelurahan Segalamider, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, hingga para nasabah tersebut menderita kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Selain mengamankan tersangka, barang bukti yang berhasil disita petugas dari tersangka berupa, satu kartu ATM CIM Bank Niaga, dua kartu ATM Mandiri warna Silver dan Gold, tiga kartu ATM BRI, tiga kartu ATM BCA, satu kartu ATM BNI, ATM BJB, satu kartu member KFC, satu kotak berisi tusuk gigi, dan tiga buah potongan gergaji besi.

“Akibat perbuatannya tersangka akan di jerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara,”ungkap Nida Sari Daulay.(admin)
Foto:Ilustrasi\

News Feed