oleh

Pelaku Korupsi Alkes RSUD Tarutung, Selangkah Lagi Akan Ditetapkan Jadi Tersangka

OKEBUNG|
Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap distributor alat-alat kesehatan (Alkes) yang berasal dari Jakarta terkait dugaan korupsi pengadaan Alkes di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) selangkah lagi akan ditetapkan menjadi tersangaka.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Senin (04/05/2015),diruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya
sudah ada periksa beberapa distributor alkes dari Jakarta, namun statusnya masih sebagai saksi,”ujarnya

Selain itu MP Nainggolan menyabutkan kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes di Taput sudah memasuki tahap penyidikan dan dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka.

Disebutkannya untuk itu, penyidik akan melakukan gelar perkara guna penetapan tersangka. Saat ini, penyidik masih melengkapi keterangan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Setelah keterangan saksi dan bukti-buktinya cukup, penyidik akan segera melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangkan,” terang Nainggolan.

Disinggung soal calon tersangka, Nainggolan masih merahasiakannya. Namun dia menegaskan, beberapa orang yang telah diperiksa sebelumnya sebagai saksi, tidak tertutup kemungkinan bisa jadi tersangka.

“Jadi, para terperiksa yang awalnya sebagai saksi, bisa saja menjadi tersangka. Apalagi kasusnya sudah masuk ke dalam tahap penyidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik Tipikor Polda Sumut memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Utara dr Bobby Simanjuntak dan Direktur RSU Tarutung dr Ganda Nainggolan serta dua mantan direktur rumah sakit pemerintah itu, marga Sianipar dan Hutasoit.

“Kita sudah memeriksa Kadis Kesehatan Taput, dua mantan direktur RSUD Tarutung marga Sianipar dan Hutasoit termasuk Direktur RSUD Tarutung dr Ganda Nainggolan beberapa hari lalu,” kata Nainggolan.

Mereka diperiksa terkait dugaan korupsi Alkes RSUD Tarutung senilai Rp 8,3 miliar yang bersumber dari APBN P TA 2012.

Dana Alkes itu digunakan untuk pengadaan 11 item di RSUD Tarutung senilai Rp8,3 miliar yang dalam hasil penyelidikan terjadi mark up (penggelembungan) harga.

“Barangnya bukan rekondisi, semua baru namun harganya dinaikkan hingga mencapai Rp8,3 miliar,” sebut penyidik Tipikor Poldasu.[el]

Foto|ilustrasi\

News Feed