oleh

Pelaksanaan KAA,Kodam Jaya Sebar Sniper

OKEBUNG |
TNI siap mengawal perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan digelar di Jakarta dan Bandung.

Demikian ditegaskan Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) Jayakarta, Kolonel Heri Prakosa,Kami4,(09/04/2015).

Sejauh ini, kata dia,sekira 20 kendaraan Panser Anoa disiapkan untuk menetralisir jalur kedatangan para tamu undangan sebelum tamu kenegaraan tiba. Tak hanya itu, sterilisasi juga akan dilakukan di jembatan penyebangan orang (JPO).

“Termasuk di JPO, tidak boleh lagi warga lalu lalang. Nah nanti juga ada empat sepeda motor taktis melakukan sweeping di sepanjang rute perjalanan tamu. Setiap motor dinaiki oleh dua pasukan TNI dan Polri,” ujar Heri di Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur.

Dia menambahkan, sebanyak 3.550 prajurit TNI disiapkan guna mengamankan pelaksanaan KAA pada 18 April mendatang. Jumlah tersebut dirasa cukup untuk mengcover sekira 108 kepala negara peserta KAA yang akan hadir di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

Adapun rincian personel terdiri dari pasukan Kodam Jaya sebanyak 2.200 personel, Kostrad 700 personel, Marinir 600 personel dan dari Paskhas TNI AU 50 personel.

“Seluruh pasukan ini di bawah kendali Komandan Satgas Pengamanan Wilayah (Dansatgas Pamwil) 1, yang juga Pangdam Jaya, Mayjen TNI Agus Sutomo. Tugas Dansatgas Pamwil ini melakukan pengamanan tidak langsung terhadap tempat VVIP di ring 2 dan 3,” imbuhnya.

Heri melanjutkan, sedangkan pengamanan di titik lainnya akan dilakukan di sejumlah tempat kedatangan seperti di Bandara Halim Perdana Kusuma atau di Bandara Soekarno Hatta. Begitu pula di 18 tempat penginapan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

“Venue KAA di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), setiap jarak 100 meter disiagakan petugas TNI-Polri di sepanjang rute perjalanan tamu kenegaraan,” sambungnya.

Tak hanya itu, guna menjamin pengamanan yang maksimal, Kodam Jaya turut menempatkan penembak jitu dan anti-sniper. Fungsinya, para sniper tersebut untuk mengantisipasi terjadinya sabotase.

“Mereka ditempatkan di gedung-gedung bertingkat guna mengantisipasi terjadinya aksi sabotase,” ujarnya tanpa merinci jumlah penembak jitu yang dilibatkan.

Heri mengimbau, agar masyarakat turut menyukseskan jalannya KAA. Adapun cara yang paling sederhana ialah tidak melakukan kegiatan yang mendesak pada hari pelaksanaan sidang konferensi antar-negara tersebut.

“Ini hajat negara, tentunya warga harus turut menjaga harkat, martabat dan harga diri bangsa ini. Sebab itu, hendaknya jika tak memiliki kepentingan yang mendesak, dimohon warga tidak melakukan kegiatan pada hari pelaksanaan KAA di Jakarta,” pungkasnya.(okz\net)

Foto |dok.net

News Feed