oleh

Pangdam I/BB Terima Kunker Menteri Pertahanan RI

OKEBUNG |
Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi menerima kunjungan kerja (kunker),Menteri Pertahanan‎ RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu sekaligus memberikan pengarahan kepada 800 orang perwira TNI sewilayah Medan bertempat di Balai Prajurit Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Kamis (19/03/2015).

 
Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi didampingi Pangkosek Hanudnas III Medan Marsekal Muda TNI  Hadiyan Sumintaatmadja, Danlantamal I/Belawan Laksamana Pertama TNI Pulung Prambudi, Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Somantri, Danlanud Soewondo Medan Kolonel PNB Surya Chandra menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI di Makodam I/BB.

Sebelum Menteri Pertahan memberikan pengarahan kepada Prajurit Makodam I/BB Pangdam I/BB membacakan Riwayat Hidup Singkat Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu.

Selanjutnya Pangdam I/BB mengatakan  ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan dapat berkumpul bersama dengan Bapak Menhan RI dan atas nama keluarga besar TNI sewilayah Medan serta mengucapkan selamat datang di Makodam I/BB kepada Menhan RI beserta rombongan. Semoga kunjungan kerja ini dapat menyamakan visi, misi dan persepsi guna tercapainya tugas pokok TNI, sekaligus sebagai evaluasi program kerja TNI di wilayah Medan, sehingga dapat terwujud kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi perkembangan situasi di wilayah NKRI.

 Dalam arahannya Menteri Pertahanan‎ RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu mengatakan kunjungan dan tatap muka dengan para Perwira di Kodam I/BB adalah yang pertama kalinya. Kegiatan seperti ini penting dan akan berkelanjutan dalam rangka memperkokoh kebersamaan, semangat pengabdian serta kesiapan Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dalam melaksanakan Operasi Militer Untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang.

Adapun Visi Pemerintahan Presiden Ir. Joko Widodo tahun 2014–2019 adalah terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Visi tersebut menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan kementerian termasuk Kementerian Pertahanan dalam mewujudkan Kebijakan Strategis Pertahanan Negara. Konsep pertahanan adalah pertahanan bersifat semesta. Berkaitan dengan itu, Kementerian Pertahanan telah merumuskan kebijakan Pertahanan Negara yang melibatkan komponen bangsa dan sumber daya Nasional. Kebijakan pertahanan yang dirumuskan tersebut ditujukan untuk menghadapi ancaman militer, non militer dan ancaman hibrida. Ancaman ini akan dihadapi oleh setiap negara termasuk Indonesia sebagai konsekuensi dari perkembangan lingkungan strategis yang dinamis, kompleks dan berubah-ubah, termasuk sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi.

 
Lebih lanjut Menteri Pertahanan‎ RI menyampaikan ancaman yang akan kita hadapi terbagi dalam dua kelompok yaitu “Ancaman Belum Nyata” dan “Ancaman Nyata”. Yang dimaksud “Ancaman belum nyata”, yaitu konflik terbuka atau perang konvensional di mana yang berhadapan adalah seluruh kekuatan militer antar Negara, yang saat ini dan dalam dekade kedepan kemungkinannya kecil terjadi.

Sementara ancaman nyata adalah ancaman yang sedang kita hadapi dan sewaktu-waktu dapat terjadi, serta berpengaruh terhadap sistem pertahanan negara dan telah menjadi perhatian sebagian besar negara di dunia yaitu : Terorisme, Bencana Alam, Perompakan, Pencurian Sumber Daya Alam, Pelanggaran Perbatasan, Wabah Penyakit,Perang Cyber Dan Intelijen, Serta Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkoba.

Selanjutnya Menhan RI menyampaikan beberapa hal yang perlu dipedomani oleh seluruh Prajurit TNI dalam menjalankan tugas sebagai berikut : Sebagai Prajurit TNI yang berpedoman pada Sapta Marga kita harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada pemerintah yang menerima mandat dari rakyat, yaitu pemerintahan Presiden RI Ir. Joko Widodo yang juga selaku Panglima Tertinggi TNI, politik Prajurit TNI adalah politik negara. Berkaitan dengan TUPOKSI Kementerian Pertahanan, yang erat hubungannya dengan pencapaian sasaran pembinaan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, Menhan RI minta agar seluruh Perwira mempunyai rasa tanggung jawab untuk turut serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara kepada masyarakat lingkungan dimana bertugas.

Tetap mengedepankan kekompakan, menjalin kerjasama yang baik dengan semua lembaga pemerintah dalam menjalankan tugas sehingga dapat terpelihara situasi kondisi yang kondusif.

Seperti yang sering disampaikan pada setiap kesempatan, yaitu untuk, “Baik-Baik Dengan Rakyat”. Motto ini bukan hanya sekedar slogan saja tetapi harus dipahami makna serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan dilaksanakan, sehingga rakyat akan tergugah untuk bersama-sama dengan TNI membangun bangsa ini kearah yang lebih baik.  

Kepada para Komandan Satuan harus terus menerus mengingatkan dan mengarahkan prajuritnya serta mendorong motivasi para Prajuritnya agar kinerja individu dan satuannya meningkat. Indikator peningkatan kinerja tersebut dapat terlihat dari bagaimana kesiapsiagaan satuan dan disiplin personelnya. 

Kepada seluruh Prajurit untuk tidak ikut berpolitik praktis dan tetap memegang teguh Netralitas, serta menjaga disiplin diri dan disiplin tempur satuan dan perlu dihayati bahwa satu-satunya politik bagi TNI adalah Politik Negara, dan TNI merupakan benteng terakhir Negara.

Apabila TNI hancur, taruhannya Negara akan hancur juga. Alat Peralatan dan Perlengkapan yang diberikan oleh negara kepada TNI harus dipelihara secara optimal dan siap digunakan setiap saat sebagai bentuk pertanggungjawaban.

 Hadir dalam acara tersebut Pangkosekhanudnas III/Medan Marsekal Muda TNI  Hadiyan Sumintaatmadja, Danlantamal I/Belawan Laksamana Pertama TNI Pulung Prambudi, Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Somantri, Danlanud Soewondo Medan Kolonel PNB Surya Chandra dan Seluruh perwira  TNI AD TNI-AL dan TNI AU.(Rel\Admin)

Foto |Pendam 1 \BB\

 

 

News Feed