oleh

Pangdam 1 /BB : Strategi Pertahanan Negara dalam Mewujudkan Kemandirian Alutsista Modern Demi Utuhnya NKRI

OKEBUNG| 
Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Edy Rahmayadi Memberikan Kuliah Umum Tentang Strategi Pertahanan Negara Dalam Mewujudkan Kemandirian Alutsista Modern Demi Utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan di Aula  Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Jalan Jend. Gatot Subroto Km. 4,5. Medan, Rabu (22/04/2015)

 
Pangdam I/BB mengatakan adapun kondisi pertahanan negara dalam pembangunan nasional, pemerintah masih memperioritaskan aspek kesejahteraan. Jumlah maupun kandungan teknologi alutsista masih perlu ditingkatkan. Kebutuhan untuk pemenuhan, pemeliharaan, pengoperasian maupun suku cadang alutsista TNI masih bergantung kepada negara lain.

IMG_20150424_042044
Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertahanan Negara terdiri dari membangun kekuatan pertahanan diatas kekuatan pertahanan minimal sehingga memiliki efek deterrence.

IMG_20150424_042141
Potensi ancaman teroris, konflik komunal, kejahatan transnasional serta kejahatan terhadap sumber kekayaan alam. Selanjutnya Pangdam I/BB menyampaikan sasaran strategis pertahanan negara yakni terselenggara pertahanan negara untuk menangkal segala bentuk ancaman dan gangguan yang membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan seluruh bangsa Indonesia. Terselenggraanya pertahanan Negara untuk menghadapi perang dari agresi militer oleh Negara asing.

Terselenggaranya pertahanan Negara untuk menanggulangi ancaman militer yang mengganggu eksistensi dan kepentingan NKRI.

Terselenggaranya pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman Nir Militer yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa Indonesia. Terselenggaranya pertahanan negara untuk mewujudkan pedamaian dunia dan stabilitas regional.

 Lebih lanjut Pangdam I/BB mengatakan rancang bangun postur tubuh pertahanan Negara kedepan yakni postur pertahanan Negara yang dikembangkan untuk mewujudkan sistem pertahanan yang bersifat semesta, mengintegrasikan postur pertahanan militer dan pertahanan nir militer.

Dibangun berbasis kemapuan (Capability Based Defence) yang berintegrasikan pertahanan militer dan pertahanan nir militer. Postur pertahanan negara mencerminkan kapabilitas pertahanan Indonesia dengan standard deterrence pertahanan Negara yang melebihi tingkat minimum essensial force.

Kemampuan negara dalam mengalokasikan anggran pertahanan sehingga tidak menggangu keseimbangan sektor-sektor pembangunan secara menyeluruh. Indonesia menuju kemandirian Alutsista, pembangunan industri pertahanan.

Penggolongan ancaman terdiri dari dua yakni ancaman militer dan ancaman nir militer. Adapun ancaman militer adalah agresi militer, pelanggaran wilayah, gerakan separatis, pemberontakan bersenjata, keamanan obyek vital nasional strategis, terorisme, gangguan keamanan dan konflik komunal. Ancaman Nir Militer, berdemensi terhadap Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan pertahanan Negara.

 Hadir dalam acara tersebut Rektor Unpab DR. H. Muhd. Isa Indarawan, SE, MM, Rektor I Unpab Drs. Kasim Siyo, M.Si, PhD, Rektor I Unpab Dra. Irma Fatmawati, SH, MH, Para Dekan Se-Unpab dan Para Ketua Prodi Unpab.[rel]

News Feed