oleh

Paman Laknat,Selama Bertahun,Kakak Beradik Masih ABG Ditiduri

JAKARTA -OKB|
Kian hari kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan orangtua atau pun keponakannya mulai terungkap.Kali ini,aksi pemerkosaan yang dilakukan seorang paman berinitial S alias A terhadap dua keponakannya sebut saja namanya,Bunga dan Matahari, (bukan nama sebenarnya )yang masih di bawah umur,selama bertahun-tahun diperkosa oleh pelaku yang merupakan paman korban.

Keluarga korban rumahnya ketepatan berdekatan di dalam satu komunitas etnis tertentu di wilayah Jombang, Tangerang Selatan. Namun A,ayah korban akhirnya melapor kepada Polres Jakarta Selatan dan kini pelaku sudah ditahan.

Melansir okezone.com.Namun lantaran khawatir proses berkas bolak-balik dikembalikan polisi dan Kejaksaan Tigaraksa, A khawatir masa
penahanan korban yang tinggal 21 hari akan selesai dan bebas dari penjara.

Untuk meminta pendampingan hukum, A akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Komnas Perlindungan Anak.

Sementara itu,Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menuturkan korban masih satu keluarga yang tinggal sangat berdekatan dengan keluarga pelaku. Bahkan dapur di rumah mereka pun berbarengan lantaran ibu korban dan istri pelaku adalah kakak beradik.

“Keluarga terdekat, bisa dibilang uwaknya, atau pamannya, ini kasus pemerkosaan, sudah ditahan sudah sekitar 40 hari,menunggu penyerahan JPU lalu berkas dikembalikan, khawatir
dilepas. Kekhawatiran keluarga korban karena masih keluarga terdekat, salah satu etnis tertentu di Tangsel, takut kembali ketemu dengan keluarga korban, karena korban trauma,”tegasnya di Kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu(13/08/2014).

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi pada April 2014,karena kedua koorban baru berani mengaku kepada orang tuanya setelah disetubuhi berpuluh – puluh kali oleh pelaku.Pelaku sempat buron satu bulan hingga akhir Mei berhasil ditangkap.

“Dapurnya saja sama dengan dapur pelaku, predator -predatornya ini pasti selalu mengancam. Kalau Bunga sudah
bertahun-tahun, sejak TK sampai kelas 3 SD sekarang sudah 15 tahun SMA, sedangkan yang baru terjadi yakni pada adiknya yaitu Matahari sejak kelas 1 SD sampai kelas 3 SD sekarang kelas 4 SD, ini sudah kejahatan darurat,” tegas Arist.
Arist mengklaim tidak bermaksud mempertontonkan korban kepada publik, tetapi ia ingin menyampaikan bahwa kejahatan seksual kepada anak bukan perkara main-main.

“Keluarga ketakutan dan kekhawatiran masa tahanan selesai, maka dibalikan lagi berkas ke polisi, ketakutan, kalau kembali apa yang terjadi, karena itu saya perdengarkan testimoni korban dan
keluarganya,” tandasnya.

Ibu korban, H, mengaku anaknya baru berani bercerita setelah memendam kejadian tersebut bertahun – tahun. Bunga baru bercerita sekira April 2014.
“Anak saya baru berani cerita belakangan setelah ada kasus JIS,lalu pulang sekolah ia selalu menangis, dan minta pindah rumah saja, lalu dia cerita sering disetubuhi pamannya, begitu juga adiknya, saya langsung teriak histeris dan satu keluarga berkumpul bahas ini hingga kami lapor polisi,” tutup H.
(Okz)

Foto:Ilustrasi/Net

News Feed