oleh

Organda dari Sabang-Merauke Menolak Tegas Kenaikan BBM

OKEBUNG|
Pengusaha transportasi darat yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) menolak tegas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang bakal dilakukan oleh pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk angkutan umum penumpang dan barang.

Ketua Umum Organda Eka Sari Lorena Soerbakti menjelaskan, keputusan ini didapat dari hasil rapat pleno diperluas DPP Organda yang dilakukan pada 1 Oktober 2014.

“Ini hasil dari rapat pleno diperluas, hari ini kami lengkap dari Korwil Organda dari Sabang sampai Merauke. Rapat ini penting saat ini sehubungan adanya rencana kenaikan harga BBM,” beber Eka di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (02/10/2014).

“Pada 1 Oktober 2014, sesuai rapat pleno, dapat kami sampaikan Organda menolak kenaikan harga BBM bersubsidi untuk angkutan umum penumpang dan barang,” tegasnya,sebagaimana dilansir okezone.com.

Menurut Eka, alasan menolak kenaikan harga BBM dikarenakan angkutan umum penumpang dan barang masih membutuhkan BBM bersubsidi agar tidak menambah biaya operasional kendaraan.  

Selain itu, suku cadang dan harga kendaraan telah mengalami kenaikan sebesar 10–15 persen, bahkan ada yang mencapai 50 persen dalam satu terakhir yang dipengaruhi oleh tingginya nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah.

“Serta load factor angkutan umum saat ini hanya berkisar 45–50 persen sehingga penerimaan operator tidak dapat mencukupi untuk menutup biaya operasional dan investasi,” ucapnya.

Senada dengan Lorena, Sekretaris Jenderal Organda Andriansyah pun memberikan pernyataan bahwa Organda menolak kenaikan harga BBM untuk angkutan umum penumpang dan barang.

“Pada prinsipnya kami menolak kenaikan harga BBM angkutan umum penumpang dan barang,” jelasnya.

Dalam acara ini, hadir Korwil Organda dari wilayah Sumatera Utara, Korwil Organda Pulau Jawa, Korwil Organda NTT dan Bali, Korwil Organda Kalimantan, Korwil Organda Sulawesi. (net)
Foto:Ilustrasi/

News Feed