oleh

Ops Cempaka 2015,Poldasu Ungkap 118 Kasus

OKEBUNG|
Ratusan penjahat jalanan yang dikenal dengan istilah begal dan premanisme serta penjudi yang selalu meresahkan warga dijaring Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) beserta jajarannya, dalam sebuah operasi khusus yang bersandikan ‘Operasi Cempaka 2015

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Asegaf melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan didampingi Kompol Gugun Silaen kepada wartawan di Mapolda Sumut, Selasa(24/03/2015). mengatakan operasi yang bersandikan ‘Operasi Cempaka 2015 ini sengaja di bentuk,
mengingat maraknya kejahatan yang sangat meresahkan warga.

“Sejak tanggal 06 sampai dengan 18 Maret 2015,operasi yang bersandikan Operasi Cempaka 2015,Poldasu dan jajarannya berhasil meringkus ratusan preman jalanan dan begal,serta penjudi di wilayah hukum Polda Sumut,”ungkapnya.

Adapun rinciannya,kata MP Nainggolan ,56 tersangka penjahat jalanan,15 tersangka begal,dan 131 tersangka perjudian.”Seluruhnya diamankan dalam Ops Cempaka 2015,”sebutnya.

Selain itu,kata Nainggolan, puluhan preman jalanan dan pelaku begal serta ratusan penjudi yang di jaring itu merupakan hasil operasi yang dilakukan oleh Polres Deli Serdang, Polres Labuhanbatu, Polres Padang Sidempuan. Polresta Medan, dan Dit Krimum Poldasu

“Ada mengungkap 118 kasus terdiri dari judi 80 kasus, premanisme 29 kasus, begal 9 kasus dengan jumlah tersangka 182 orang terdiri dari judi 131 tersangka, premanisme 56,pelaku begal 15 tersangka,”urai MP Nainggolan.

Sementara dari Polres-Polres yang terbayak dalam pengungkapan kasus, premanisme dan begal, serta judi adalah Polres Deli Serdang menempati peringkat pertama yakni 24 kasus dengan 45 tersangka yang diikuti Polres Labuhanbatu dengan 14 kasus 23 tersangka, Polresta Medan 14 kasus 15 tersangka,Dit Krimum Polda Sumut 12 kasus ,21 tersangka dan Polres Padang Sidempuan 11 kasus dengan 17 tersangka.

“Sedangkan mereka yang terjaring dalam Operasi Cempaka 2015 yang telah diproses di antaranya yang kedapatan membawa senjata tajam, narkoba atau miras atau barang-barang lain yang berbahaya,” terang Nainggolan .

Disamping itu,lanjut dijelaskannya bahwa ada beberapa di antaranya yang terjaring di dalam pelaksanaan Operasi Cempaka ini kedapatan membawa peralatan seperti kunci letter T dan linggis yang diduga akan dipergunakan untuk melakukan aksi kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat).

“Operasi Cempaka 2015 petugas
ada juga menjaring pelaku perjudian ,pencopet,perampokan, pemerasan dan pelaku penganiayaan serta lainnya,” pungkas mantan Kapolres Nias Selatan.[el\admin]

Foto |dok\mp nainggolan

News Feed