oleh

Oknum Polisi Diduga Terlibat Kawal Uang Rampokan 5 Miliar di Plaza Medan Fair

OKEBUNG|
Oknum polisi ,Briptu M diduga terlibat dalam kasus perampokan uang sebesar Rp 5 miliar lebih dan mobil Luxio BK 1170 JT yang di parkir di Vip lantai II Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto Medan,pada Minggu (31/08/2014)lalu.

Terkuaknya dugaan keterlibatan oknum polisi tersebut setelah pihak tim gabungan polisi memeriksa Zulhamdi (supir).Atas keterangan supir tersebut,diketahui dalam proses pemeriksaan pengembangan kepolisian berhasil menangkap tersangka lainnya yakni,meringkus lima tersangka yakni R, D, Jay Pasaribu dan M dari tiga lokasi berbeda dikawasan Kabupaten Labuhan Batu,Kabupaten Langkat dan Kabupaten Padang Sidimpuan.

Tak hanya itu saja,oknum polisi tersebut juga ketika diperiksa dibarak,usai kejadian perampokan tidak ada ditempat.Selain meringkus para tersangka,polisi juga menyita satu unit brankas dan uang tunai Rp 140 juta dan senjata api laras panjang dari kawasan Sunggal.

Informasi diperoleh, pihak Polda Sumut juga telah mengamankan seorang anggota polisi karena diduga terlibat dalam aksi perampokan tersebut.

Sebagaimana diketahui,setelah supir mengaku siapa-siapa yang terlibat,lantas petugas gabungan Polresta Medan dan jajarannya serta Polda Sumut melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya hingga pada Rabu (03/09/2014)sekira pukul 06.00 WIB pagi berhasil meringkus D dan R di Kab Batubara dan Langkat.Dan siangnya petugas Mapolsek Medan Baru berhasil menciduk Jay Pasaribu.

Sementara,petugas Jahtanras Polda Sumut berhasil membekuk oknum polisi berinisial M dari Padang,Sumatera Barat.

Terpisah,Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta kepada wartawan menyebutkan,sudah tiga orang diamankan,seorang ditahan di Polda Sumut dan dua lagi masih kita periksa.Sementara Zulhamdi sebelumnya sudah kita tahan.

“Benar,telah diamankan dan kini pihaknya masih memburu otak pelakunya,”ungkap Nico Afinta.

Lanjutnya,barang bukti uang sebesar Rp 140 juta ditemukan dikawasan Sunggal.”Barang bukti uang lainnya masih kita cari.Kita tunggu hasil penyelidikan kita ya.doakan saja berhasil,”jelas Nico.

Disebutkannya bahwa R berperan dalam menduplikatkan kunci mobil,sedangkan D berperan seolah-olah sebagai pegawai PT Swadharma Sarana Informastika (SSI)yang mengawal pengiriman uang tersebut.

“Semua pelaku ada perannya masing-masing,”ujar Nico seraya menambahkan lima tim gabungan polisi masih melakukan pengejaran otak pelakunya.(Admin)

Foto:Dok/Net/

News Feed