oleh

Nyaris Tikam Tukang Pangkas,Bawa Bong Sabu,2 Preman Nyangkut di Polsek Medan Area

OKEBUNG|
Dirman Laia (20) warga asal Nias yang tinggal di tempat kerjanya di Jalan Datuk Kabu Pasar 3, Kec. Medan Tembung,Kec Percut Seituan,Kab Deliserdang,Sumatera Utara,tepatnya di Pangkas Wilpert,bernasib mujur.Pasalnya,tukang pangkas ini nyaris ditikam oleh dua preman yang mengaku PS (Pemuda Setempat) Karang Taruna, Rabu (27/05/2015) sekira pukul 13.00 WIB.

Kedua preman tersebut diketahui bernama Muhammad Rasyid (21) dan Jerji Pane (21) merupakan warga Jalan Letda Sujono Gang Cempaka, Kec. Medan Tembung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di Polsek Medan Area, siang itu kedua tersangka yang juga pernah memalak lokasi pangkas tersebut kembali mendatangi Dirman dan meminta uang sebesar Rp 50 ribu dengan mengajukan kwitansi Karang Taruna diwilayah tersebut.

Namun, Dirman tak memenuhi permintaan kedua preman kampung tersebut hingga mengundang perhatian warga sekitar. Irwansyah (45) tetangga korban yang melintas sempat melihat kedua preman kampung yang mengaku karang taruna penasaran.

Lantas,Irwansyah pun dirinya mendatangi dan menanyai kedua preman kampung tersebut, namun ketika digeledah Ilham (25) yang nongkrong disekitar tempat pangkas tersebut, melihat Rasyid hendak mencabut pisau yang diletakkan dipinggangnya.

Seketika itu pula, Ilham menjerit kepada Dirman tentang pisaunya. Dengan sigap Dirman mengamankan pisau yang masih dipegang oleh Rasyid. Mendapati itu, Irwansyah yang berang bersama dengan warga langsung memboyong kedua preman kampung tersebut ke Polsek Medan Area untuk segera diproses.

“Hampir aja aku ditikamnya bang, kalau gak dikasitau kawan itu kurasa udah ditikamnya aku bang. Udah dua kali dia kesini malakki aku bang, biasanya kami dua orang di pangkas ini bang, tapi kawanku itu lagi sakit, makanya cuma aku sendiri disini.

Tadi dia minta uang Rp 50 ribu bang, kubilang yang punya pangkas gak lagi disini. Mungkin gak senang dia samaku bang, didengar bang Irwansyah inilah mereka ngaku karang taruna bang, bawa-bawa kwitansi minta uang samaku bang,” terang Dirman.

“Tadi aku lihat mereka datang dan sempat ribut sama adek kita ini. Makanya saya datangi dan ngakunya orang karang taruna. Aku orang sini aja gak pernah meras-meras kayak mereka, begitu kugeledah, disitulah dapat bong (alat hisap sabu), pisau serta kwitansi karang taruna yang mereka maksud. Langsung kami amankan dan serahkan ke Polsek ini lah dek,” terang Irwansyah.

Mendapatkan informasi tersebut, Yasamoni Lase (32) warga Jalan A.R Hakim Gang Pendidikan Lorong Setiabudi No.7, Medan, selaku pemilik pangkas langsung mendatangi tempat usahanya.

“Tadi aku dengar ada ribut ditempat pangkasku ini bang. Makanya aku langsung datang, rupanya ada pemeras yang hampir nikam anggotaku. Geram aku bang, karena merasa terganggu dengan kehadiran mereka, kalau sempat ditikam tadi kumatikan pun dia bang disitu,” kesal Yasamoni.

Sementara, Rasyid ketika diwawancarai mengaku bahwa kop surat karang taruna tersebut diperolehnya dari Kelek yang merupakan ketua salah satu OKP di Medan, dan membawa pisau hanya untuk menakut-nakuti korbannya. Dirinya pun terpaksa memalak lantaran tak memiliki pekerjaan dan uangnya hanya untuk membeli rokok.

“Dua kali udah kami memalak dia bang, karena gak ada pekerjaan makanya kami kayak gini bang. Gak ada kutikam dia bang, hanya untuk menakut-nakuti aja kok bang. Uangnya pun untuk beli rokok bang, hanya lima ribu yang kuminta bang,” terang Rasyid.

Sementara Jerji yang mengantongi bong (alat hisap sabu) mengaku membawa alat tersebut untuk nyabu usai berhasil memalak korban.

“Memang aku make bang, makanya kami malak untuk beli sabu nantinya bang. Aku pengangguran juga seperti dia bang,” aku Jerji.

Terpisah,Plt Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Sehat Tarigan, ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan kedua pelaku dan keduanya segera diproses.

“Kedua tersangkanya sudah kita amankan dan segera kita proses,” tegas Sehat.(roz)

Foto|ilustrasi\

News Feed