oleh

Nunggu Angkot di Amplas, Anak Jalanan Kompas Pejalan Kaki

PATUMBAK-OKB
Aksi perampokan dengan menggunakan senjata tajam kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Patumbak,kali ini dua pemuda menjadi korbannya,saat sedang menunggu angkot ditikam oleh 4 orang preman di Simpang Amplas Kecamatan Medan Amplas, Senin(18/08/2014) sekira pukul 02.00 WIB.

Data diperoleh Kedua korban yakni Carli Petrus Hutagaol (18) warga Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan dan El Roy Hutabarat (18) warga Jalan Palu kemiri Kecamatan Lubuk Pakam yang ditikam para pelaku menggunakan gunting dan mengalami luka dibagian tangan dan badan sebanyak tujuh kali.

Kejadian ini bermula saat kedua korban sedang menunggu angkot di bawah Fly Over Amplas dan tiba-tiba diidatangi 4 orang pelaku sembari meminta rokok kepada kedua korban.
Setelah korban memberikan rokoknya lantas para pelaku langsung meminta uang kepada kedua korban. Merasa dikompas, kedua korban tidak memberikan uangnya sehingga membuat keempat pelaku ini menjadi berang dan mengeluarkan sebuah gunting lipat.

Kemudian, keempat pelaku langsung menikamkan gunting tersebut kearah korban sehingga mengenai tangan dan badan korban akibatnya kedua korban berlumuran darah. Pada saat itulah keempat pelaku langsung mengambil uang korban sebanyak Rp. 57.000 kemudian kabur ke terminal Amplas.

Setelah itu, kedua korban langsung melaporkannya ke Polsek Patumbak. Mendapat laporan tersebut lantas pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap salah satu tersangka berinisial PSM (13) warga Simpang Amplas Kecamatan Medan Amplas dengan barang bukti berupa gunting lipat kecil, uang sejumlah Rp 10.000.

Terpisah, Kapolsek Patumbak Kompol Andiko Wicaksono membenarkan telah mengamankan seorang remaja berusia 13 tahun karena telah melakukan aksi perampokan dengan menganiaya dua orang pria.” Sudah kita amankan satu orang dan tiga lagi kita kejar. Pelaku tidak mempunyai keluarga dan tinggal di emperan terminal Amplas,”ujarnya.

Lanjutnya, karena pelaku dibawah umur, kita masih melakukan kordinasi dengan Polresta Medan. Dari hasil keterangan pelaku, teman-temannya juga sering mangkal di terminal Amplas dan mereka melakukannya untuk beli nasi bungkus dan uang jajan,” Masih kita kembangkan dan korban sudah buat laporan. Korban tidak terlalu parah karena langsung dibawa ke rumah sakit”. Mengenai maraknya aksi rampok di Terminal Amplas dan sekitarnya, Andiko akan melakukan patroli rutin

” Kita tetap bekerja untuk mengejar pelaku lainnya dan melakukan patroli rutin,”ujarnya. (GS)

Foto:Ilustrasi/net/

News Feed