oleh

Nipu Ustad Maulana,Iskandar Diringkus Polsek Sunggal

OKEBUNG|
Iskandar (40) warga Jalan Paya Bakung Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara terpaksa harus mendekam dibalik jeruji sel Mapolsek Sunggal.

Pasalnya,pria ini ditangkap lantaran melakukan penipuan terhadap Ustadz Maulana (45)warga Jalan Puskesmas Komplek Griya Amal Madani Kec. Medan Sunggal, Selasa (03/02/2015)sekitar pukul 19.00 WIB

Menurut data serta keterangan dari korban yang diperoleh wartawan di Polsek Sunggal menyebutkan bahwa tersangka merupakan pelaku penipuan ratusan juta dari internet dengan modus menawarkan jasa jual beli mobil.

“Dia menawarkan jasa jual beli mobil melalui internet dan bisa memperbaiki setiap mobil yang rusak.Tersangka juga masuk DPO Polsek Helvetia dalam kasus yang sama bang,”jelas korban.

Lanjutnya,awalnya tertangkapnya tersangka Iskandar saat meminta uang tebusan sebesar Rp 13 juta guna memperbaikin mobil merek Honda City berwarna hitam milik korban Ustadz Molana.

Selanjutnya, korban menyuruh tersangka datang ke rumah korban guna memberikan uang tebusan memperbaikin mobil korban dimana mobil korban tersebut sudah sebulan berada di tangan tersangka.

” Saya dan tersangka awalnya kenalan melalui pelayanan jasa
yang ada di dalam internet,”sebutnya.

Kemudian,lanjutnya, saat tersangka tiba dirumah korban untuk meminta uang tebusan perbaikan mobil di bengkel sebesar Rp 13 juta itu korban tidak mau membayar dan meminta agar mobil City miliknya untuk dikembalikan oleh tersangka
Iskandar tersebut.

“Merasa tertipu dan takut tersangka kabur,selanjutnya korban memanggil dua petugas Satpam penjaga Komplek Griya Amal Madani yang kemudian tersangka langsung di amankan oleh dua petugas Reskrim Polsek Sunggal ke Mako guna pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya.

Untuk menjalankan aksinya,kata dia, tersangka banyak memiliki ATM atau nomor rekening yang digunakan.

Kapolsek Sunggal Kompol Aldi Subartono ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya ada mengamankan pelaku penipuan
melalui internet dengan modus penawaran biro jasa.

“Benar dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,”katanya.(ad)

Foto|ist\okb\

News Feed