oleh

Nipu Pengacara PDIP Sumut,AKBP AR Indarto Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

OKEBUNG|
Sungguh memalukan tingkah laku oknum perwira menengah (Pamen),Polri,AKBP Abdul Rahman Indarto ini.Pasalnya, yang seharusnya dirinya sebagai penegak hukum.Namun,perwira tamatan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 95 ini malah melanggar hukum.Alhasil mantan Kapolres Blitar ini dilaporkan korbannya ke Divisi Propam Mabes Polri atas kasus dugaan penipuan uang.

“Kapolri Jenderal Pol  Badrodin Haiti diminta untuk menindak tegas anggotanya yang merusak nama baik citra Polri tersebut.Dia (AKBP AR Indarto) tak pantas untuk menjadi seorang perwira karena kelakuannya memalukan.Yang seharusnya petugas polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,ini malah melanggar hukum menipu masyarakat,”tegas korban, Maysarah Nasution (35)kepada okebung.com.

Diceritakannya bahwa penipuan uang sebesar Rp 250 juta yang dilakukan AKBP AR Indarto itu bermula disaat korban,Maysarah Nasution (35) warga Jalan Eka Warni, Gang Keluarga No.18-B, Lingkungan XII, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor berkenalan dengan AKBP Indarto yang saat itu menjabat Kapolres Blitar disuatu tempat.

Awal perkenalan dengan korban yang juga pengacara tersebut ternyata dimanfaatkan oknum perwira Polri berwajah tampan tersebut.Dengan segala modus dan bujuk rayu akhirnya korban pun terpedaya dengan omongan bual dan janji manis pria yang saat ini bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat itu.

Hingga pada 05 Oktober 2013,
AKBP AR Indarto pertama kali meminjam uang korban sebesar Rp 6 Juta dengan alasan mau membeli lembu untuk ‘Tahlillan’ abang kandungnya yang sudah meninggal. 

“Pertama dia minjam uang Rp 6 Juta dengan alasan untuk beli lembu buatTahlillan abangnya yang meninggal. Karena merasa percaya,dan tak mungkin seorang Kapolres berbohong,lantas saya pun  memberikan uang tersebut melalui via transfer menggunakan Bank Mandiri,” ungkap wanita cantik berkerudung ini.

Selanjutnya,kata korban,Indarto terus meminjam uang dengan berbagai alasan bahwa selama menjabat Kapolres Blitar tidak ada uang masuk.

“Dia minjam lagi dengan alasan
katanya jadi Kapolres Blitar tidak ada uang masuk jadi dia minta tolong sama saya agar meminjamkan uang untuk keperluan di Blitar. Saya pun kembali mentransfer uang ke rekening BRI atas nama Lina mantan istrinya yang dipegangnya,” ujar Maysarah lagi.
 
Hingga akhirnya total uang yang dipinjam AKBP AR Indarto mencapai Rp 250 Juta.Karena ada keperluan,lantas korban pun menghubungi oknum pamen Polri tersebut melalui ponselnya untuk meminta kembali uang yang dipinjam AKBP AR Indarto.

“Saat saya tagih,dia (AKBP AR Indarto) mengatakan bahwa uangnya akan dikembalikan, jika tanahnya yang di Blitar sudah laku terjual,”jelas korban.

Menerima janji manis oknum perwira tersebut,lantas korban tetap bersabar terus hingga akhirnya korban pun hilang kesabarannya dan melaporkan oknum perwira tersebut ke Divisi Propam Mabes Polri pada, 25 September 2014 dengan nomor laporan : LP/ 170/ IX/ 2014/ R / 1049-B/ IX/ 2014/ Div Propam/ 29-9-2014. Usai membuat laporan tersebut, korban langsung pulang ke Kota Medan.

Kurun waktu tiga bulan tak mendapat jawaban dari hasil laporan di Div Propam  Mabes Polri, korban pun mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat laporan.

“Tiga bulan tak ada perkembangan hasil laporan saya,lantas saya mendatangi Mapoldasu. Usai membuat laporan,saya pun pulang dan menunggu hasilnya.Namun hingga saat ini laporan saya tak ada kepastian juga dan oknum tersebut tidak ditindak juga.Memalukan kali kelakuan dia itu,sudah minta tolong minjam uang,sekarang payah dihubungi sekarang. HP-nya pun uda nggak aktif. Mau gimana, saya menghubunginya. Kemarin sempat, dia SMS saya, dan dia pun bilang ingin meminjam uang saya lagi,dan pas saya telepon, nomornya sudah tidak aktif,” kesal wanita yang berfropesi sebagai pengacara ini sembari menunjukan bukti surat laporannya.

Korban berharap dengan diangkatnya Jenderal Pol Badrodin Haiti sebagai Kapolri dapat menindaklanjuti laporannya di Divisi Propam Mabes Polri.

“Saya sangat berharap kepada Kapolri untuk menindaklanjuti laporan saya tersebut di Divisi Propam Mabes Polri,dan menindak oknum tersebut ,karena kelakuannya memalukan Korps Bhayangkara, “harap korban seraya menyebutkan apabila tidak ditindaklanjuti juga maka dirinya akan menghadap ke Presiden Joko Widodo.

Masih dijelaskan korban bahwa sejak melaporkan kasus tersebut dirinya kemana pun selalu diikuti terus oleh seseorang dan selalu di SMS oleh AKBP AR Indarto.

“Setiap aku melangkah dari rumah, ada saja yang mengikuti aku dari belakang. Terus, dia SMS aku entah apa-apa. Sekarang pun aku merasa dihantuinya kali,” sebut Maysarah yang juga pernah menjadi calon legislatif (caleg) PDIP Dapem Binjai-Langkat 2014 dan  aktif di BBH DPD PDIP Sumut sejak tahun 2007.(admin)

Teks Foto |korban sambil memang surat laporannya\ist 

.
 
 
 

News Feed