oleh

Niduri Pacar di Hotel Melati,Warga Lampung Gol di Polda Sumut

 
OKEBUNG|
Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.Kali ini,TT (15)warga Batang Kuis,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara dicabuli kekasihnya di salah satu hotel kelas melati dikawasan Jalan Letjen DJamin Ginting.Padang Bulan.

Informasi diperoleh menyebutkan, kasus pencabulan menimpa salah seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) ini terjadi,pada Oktober 2014 silam.

Meski demikian, kasus itu baru dilaporkan ke polisi akhir pekan lalu. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penanganan polisi.

Dalam laporannya, korban menceritakan ia sebelumnya berkenalan dengan pelaku berinisial An(30 )seorang pemuda warga Lampung yang senang berlang langbuana.Pada waktu itu,korban dan pelaku membuat perjanjian untuk pergi kesebuah hotel dikawasan jalan Djamin Ginting Padang Bulan.Berkat bujuk rayuan maut sang kekasih akhirnya ajakan pelaku itu dituruti oleh korban.

Sejurus kemudian, begitu berada didalam kamar,pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan intim layaknya suami-istri.Awalnya korban tidak mau,namun berkat bujuk rayu dan pelaku berjanji akan bertanggung jawab,akhirnya korban pun menuruti ajakan pelaku untuk berhubungan intim.

Karena nafsu sudah diubun-ubun dan korban sangat mencintai pelaku, lantas pelaku melucuti pakaian korban satu persatu sembari mencumbunya sehingga korban pun tak menyadari bahwa setan sudah merasuki keduanya.

Sejurus kemudian terjadilah permainan cinta layaknya pasangan suami istri.Dengan leluasa pelaku menikmati tubuh korban yang masih mentah dan lugu itu.Beberapa saat bergumul dilumpur dosa,akhirnya keduanya terkulai lemas.

Usai puas menikmati tubuh korban dua kali,lantas korban diantar pelaku pulang.

Beberapa bulan kemudian pelaku sulit diajak berkomunikasi lagi sehingga mulailah was-was muncul dibenak korban,dan akhirnya keluarga korban curiga apa yang terjadi pada korban.

Setelah diinterogasi akhirnya korban mengaku bahwa dirinya sudah ditiduri pelaku sebanyak dua kali.

Merasa disepelekan dan dirugikan,akhirnya keluarganya membawa korban ke Polda Sumut untul melaporkan kejadian yang dialami korban.

Berdasarkan adanya laporan polisi akhirnya pelaku berhasil diamankan petugas polisi di kawasan Kecamatan Medan Kota.

Sementara itu,pengakuan pelaku kepada polisi bahwa dirinya tidak mengakui ada meniduri korban didalam kamar hotel dikawasan Padang Bulan.

“Aku tidak pernah melakukan hubungan seks sama dia (korban,red).Jangan percaya bang dengan omongannya itu,dia pembohong,”kilahnya.

Masih kata pelaku,bahwa korban pernah mengatakan kepada pelaku dirinya sebelumnya sudah pernah berhubungan dengan 3 orang pria, diantaranya kepada Imam,dan Ketua Remaja Mesjidnya sendiri di Batang Kuis sedang korban waktu itu sebagai Sekretarisnya,

“Sebelum pacaran samku,dia juga pernah berhubungan dengan Ketua Remaja Mesjid dan Imam,”sebutnya.

Bahkan korban juga pernah mengirimkan pesan singkat ( SMS ) yang bunyinya minta dibuatkan baby (bayi) dan jika nantinya apabila orang tuanya tidak menyetujui hubungan kami.”Pernah kirim SMS dia minta dikuatkan bayi bang,”Ayo loh sayang bunda tau,kalau bunda dilamar,skrg kyk mana,”ujarnya membeberkan isi pesan singkat korban.

Lantas pelaku menjawabnya dengan isi SMS,”Ya gak lah sayang,bunda pun pingin punya baby,masak gitu sih ngomongnya”Ya mudah-mudahan lancar rncna,kedua,klw tdk kita buat baby lah” sebutnya sembari mengirimkan isi SMS kepada wartawan.

Terpisah,Kasubdit IV Renakta Polda Sumut,AKBP Juliana Situmorang saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu. Menurutnya, kasus itu masih dalam penyelidikan.

“Masih dalam penyelidikan dan pelaku sudah kita amankan saat berada di Jalan Gedung Arca Medan,”jelasnya.

Masih kata Juliana,pelaku akan di tahan berdasarkan 2 alat bukti yang telah di miliki oleh penyidik, itu telah  terpenuhi,dua alat bukti diantaranya berdasarkan keterangan saksi,dan visum

“Kami meminta pihak keluarga proaktif dengan mengantarkan korban ke rumah sakit untuk menjalani visum sebagai salah satu alat bukti,” ujar Juliana seraya mengatakan pelaku akan dijerat dengan Pasal 81,82 Udang-undang No. 23 tahun 2002,Tentang Perlindungan Anak,dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(el/admin)

Foto|Ilustrasi\net

News Feed