oleh

Ngaku Kerap Disiksa Ibu Tiri, Bocah Hyper Aktif Tahun Hebohkan Polsek Helvetia

OKEBUNG|
Sejumlah warga berdomisili di Jalan Benteng, Gang Dame, Kel Dwikora, Kec Medan Helvetia mendadak heboh, Selasa (12/05/2015) siang. Pasalnya anak perempuan berusia 9 tahun mengaku-ngaku kepada warga sekitar kediamannya sering disiksa ayah kandung dan ibu tirinya.

Data dan informasi diperoleh dikepolisian menyebutkan, bocah berusia 9 tahun diketahui bernama Nur Aulia Putra Bunga,kabur dari rumahnya, Senin (11/05/2015) sore kemarin.

Selama kepergiannya,ayahnya, Ridwan Ismadi Arga (35) dan ibu tirinya, Maya Sari (33),kelabakan mencari putri mereka tersebut. Namun ternyata Nur pergi ke rumah salah satu warga yang berjarak sekitar 300 meter dari kediamannya.

Di situ, Nur bercerita seakan ia telah mendapat penyiksaan yang luar biasa dari keluarganya. Emosi dengan pernyataan Nur, keesokan paginya warga berduyun-duyun mendatangi Kantor Lurah Dwikora, Kec Medan Helvetia untuk menyuruh pemerintah setempat bertindak tegas terhadap orang tua bocah tersebut. Tak mau ribut-ribut akhirnya perangkat kelurahan menyerahkan kasus ini ke kantor polisi.

Selanjutnya,kedua orang tua bocah ini pun dipanggil dan diperiksa dikantor polisi.

Pantauan dikantor polisi terlihat Nur memberikan keterangan kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) seolah melecehkan petugas.

“Bapak dengar aku. Ini dipukul sama orang itu. Masak bapak nggak percaya. Nggak pernah aku di kasi makan,” ujar Nur tak sopan.

Selanjutnya Nur pun masuk ke dalam ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Aku lapor dulu ke pak polisi ya,” kata Nur lagi berlagak dewasa.

Sementara itu saat diwawancarai, ibu tiri korban, Maya sangat menyesalkan ulah anaknya itu. “Pak, pak, terserahlah mau dibuat seperti apa beritanya.Sudah capek aku dibuat anak ini pak. Kalau dia ini ada aja ulahnya ini. Bapak tau, semalam itu dia pergi dari rumah sore. Aku pulang jualan malam. Dia di rumah bersama bapaknya. Ya udah karena tak berada di rumah kami carilah. Boleh bapak tanyak sama tetangga semua sampek jam berapa kami mencari dia. Ke dalam sumur, paret, semak-semak. Di semua tempat kami cari. Sudah sempat lagi mau kami laporkan ke kantor polisi tentang anak hilang. Tiba-tiba malah kayak gini jadinya. Memang kalau anak ini ada aja ulahnya pak. Sudah capek kami dibuatnya pak,” kesal wanita berbadan tambun ini.

Dijelaskannya, Nur diketahui memiliki kecerdasan di atas anak-anak seusianya. “Kalau dia kami pukuli kenapa dulu dia kami ambil di Panti Asuhan. Kan kurang ajar. Yang enggak ada pun dibilanginya. Boleh bapak tanya sama keluarga kami semua kayak mana kelakuan anak ini. Setiap hari nyurik’in uang aja kerjanya. Minta ini minta itu. Semua kami kasi. Uang jajannya satu hari seratus ribu ada,” sesal Maya.

“Semalam dia melapor ke rumah warga bang. Katanya dipukuli sama orang tuanya. Makanya kami antar ke kantor lurah. Tapi setelah dipertemukan dengan orang tuanya malah yang lain-lain dibilangnya. Sempat juga tadi kami percaya. Kurang ajar memang anak ini nampaknya,” sebut boru Simanjuntak sembari pergi meninggalkan kantor polisi.

Hal serupa dikatakan oleh Joko (32). Pria yang tinggal di dekat rumah korban ini mengaku memang Nur diketahui memiliki sifat membangkang.

“Hyper aktiv anaknya ini bang. Bijak kali dia. Aku pun pernah ditipunya. Makanya tadi aku tak yakin sama cakapnya. Dulu pas ku suruh beli rokok, iya katanya. Tapi tak balik-balik. Malah dijajankannya uang itu. Mau marah pun cemanalah namanya anak kecil,” tutup parbetor ini.

“Capek sudah aku dibuat anak ini bang. Bisalah kami dilaporkannya ke kantor polisi. Masak kami katanya menyiksa dirinya selama 8 tahun. Sedangkan dia pun samaku masih sekitar 6 tahun. Jadi ceritanya dulu gini bang. Aku menikah dengan ibu kandungnya sekitar 11 tahun lalu. Ketika dia berumur 2 tahun aku bercerai dengan ibunya. Aku merantau ke Medan sedangkan dia dan ibunya tetap di Aceh. Kemudian selang beberapa tahun, ibunya itu menikah lagi dengan pria lain. Dia pun dititipkan di Panti Asuhan, Kisaran. Nah, ketika aku sudah menikah lagi. ku jemput lah sama istriku dia ke Panti Asuhan. Mulai dari situ kelakuannya sudah berubah bang. Bandel kali. Semua dia tahu,” kata pegawai di Pertamina Meulaboh, Aceh ini.

Terpisah saat dikonfirmasi, Kapolsek Helvetia, Kompol Roni Bonic mengatakan masih memeriksa korban dan kedua orang tuanya. “Ini anaknya sepertinya hyper aktiv. Saya lihat suka menambah-nambahi yang tidak ada. Mungkin nanti jika tak terbukti, mereka sudah bisa pulang. Tapi untuk saat ini kita periksa dulu,” tegasnya. (at)

Foto|ist

News Feed