oleh

Ngaku Bisa Masukan Kowad,IRT Mendekam di Polsek Delitua

OKEBUNG|
Berbagai macam cara modus orang zaman sekarang agar bisa mendapatkan uang.Seperti yang satu ini,dengan modus mengaku bisa memasukan seseorang untuk menjadi anggota Korps Wanita TNI AD (Kowad),seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berhasil menipu korban hingga puluhan juta rupiah.

Atas perbuatannya,tersangka Jenni Sembiring (60),warga Desa Salam Tani Pancurbatu,Kab Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara terpaksa meringkuk dibalik jeruji besi Polsek Delitua, Selasa (28 /04/2015).

Informasi diperoleh menyebutkan,ditangkapnya wanita yang mengaku mampu meloloskan seseorang untuk menjadi Kowad berawal adanya laporan korban, Febrina Suhaya (19) warga Jalan Karya Jaya yang tertuang dalam surat laporan LP/419/ K/III/ 2015/ Spkt/ Sekta Delta, 09 Maret 2015.

Awal kejadian penipuan terjadi Senin 15 September 2014 sekira pukul 10.00 WIB,lalu.Saat itu pelapor yang bercita cita masuk Kowad bertemu dengan tersangka di Rumah Makan Saudara Jalan Sei Batang Serangan,Medan.

Usai mengetahui keinginan korban, tersangka pun menawarkan diri dapat membantu korban dengan mengatakan bahwa dirinya bisa meloloskan korban menjadi anggota Kowad dengan alasan tersangka punya rekanan di Kodam 1/BB.

Kesepakatan pun terjadi antara korban dan tersangka.Sebelum pendaftaran dibuka, tersangka telah meminta uang secara bertahap, mulai dari bulan Juli 2014,tersangka meminta uang sejumlah Rp 13.000.000,dan di bulan Agustus Rp.19.000.000,sementara pada bulan September Rp 8.000.000 dan di total dana keseluruhan yang sudah diterima tersangka berjumlah Rp.40.000.000 dengan alasan dana untuk pengurusan korban menjadi anggota Kowad.

Setelah pendaftaran tiba, ternyata korban tidak memenuhi syarat karena saat dilakukan pemeriksaan tinggi badan korban tidak mencukupi, dan oleh karena itu korban pun meminta kepada tersangka agar uang yang sudah diterimanya dikembalikan.

Tersangka sempat berjanji beberapa kali akan mengembalikan uang tersebut namun tidak ditepati hingga akhirnya korban membuat pengaduan ke Polsek Delitua.

Usai menerima laporan korban selanjutnya petugas Unit Reskrim Polsek Delitua melakukan pengejaran ke kediaman rumah tersangka,dan pada saat dilakukan penangkapan, petugas sempat kewalahan,lantaran tersangka beralasan bahwa dirinya kurang sehat.

Mendapat laporan tersebut,Kanit Reskrim Polsek Delitua AKP Martualesi Sitepu,SH,MH selanjutnya membawa personil Polwan Aiptu Herlina ke alamat rumah tersangka dan setelah dibujuk akhirnya tersangka mau diboyong ke Mako Polsek Delitua.

Saat dilakukan proses pemeriksaan dalam dua pertanyaan tersangka meminta agar pemeriksaan dihentikan karena alasan dirinya tidak sehat.

Selanjutnya petugas pun membawa tersangka ke RS Bhayangkara Poldasu.Namun,saat dilakukan pengecekan dokter diketahuilah bahwa kondisi tersangka sehat dan tidak perlu untuk rawat inap.

Dengan upaya bujukan dan rayuan petugas,akhirnya pada,Rabu 29 April 2015 sekira pukul 09.30 WIB,tersangka pun bersedia diperiksa lalu dipertemukan dengan korban.

Kepada petugas akhirnya tersangka pun mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa uang yang diterima dari korban telah habis dipergunakan biaya pengobatan rehabilitasi anak kandungnya berinisial DS (22 ) yang juga merupakan tersangka kasus penganiayaan di Polsek Delitua dimana berkas perkaranya sudah P21 namun karena tersangka masih menjalani pengobatan makanya tersangka belum diserahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Kapolsek Delitua,Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH membenarkan telah diamankan tersangka penipuan dengan modus bisa meloloskan korbannya menjadi anggota Kowad.

” Atas perbuatannya tersangka di jerat Pasal 378 KUHPidana dalam kasus penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,”tegas Martualesi (Jek)

Foto|ist\

News Feed