oleh

Nangkap Copet, Agen Bus Putra Melayu Ditikam Pelaku

OKEBUNG|
Aksi heroik yang dilakukan,Paul Manik, (38) warga Karya Bhakti, Kel Pangkalan Masyur, Kec Medan Johor ini benar-benar perlu mendapat apresiasi dari pihak polisi.Pasalnya,saat mengamankan pelaku pencopetan dirinya malah ditikam pelaku.

Alhasil,agen bus Putra Melayu ini terpaksa dilarikan ke RS Estomihi, Jalan SM Raja, akibat luka tikaman gunting di dada kirinya dan luka robek di wajahnya,Selasa,(23/12/2014)sore.

Informasi diperoleh okebung.com menyebutkan,kejadian tersebut berawal
ketika pelaku,Otto Hasibuan (56)diteriaki copet oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), saat berada diatas angkutan kota (angkot) Morina 81 jurusan Belawan-Amplas BK 1159 GK.

Mendengar terikan itu,Paul Manik pun langsung mengejarnya. Sadar aksinya diketahui, dia pun langsung melarikan diri dengan melompat dari atas angkot tersebut. Kemudian Paul dan warga menangkapnya. Karena sudah terjepit,pelaku pun mengeluarkan sebuah gunting dari tas yang disandangnya. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menikam dada kiri atas Paul.

“Mendengar teriakan ada ibu-ibu minta tolong aku langsung kejar pelaku bersama warga.Pas ketangkap pelaku keluarkan gunting langsung menikamku,”ungkap Paul kepada okebung.com.

Mendapat perlakuan itu,Paul pun berusaha memberikan perlawanan, namun,pelaku kembali melayangkan guntingnya ke wajah Paul hingga luka robek. Karena sudah mengeluarkan darah banyak, akhirnya Paul jatuh dan warga pun memboyongnya ke Rumah sakit Estomihi Medan.

” Padahal aku tidak ada masalah dengannya, aku hanya mau menolong sewa yang berteriak rampok itu,tapi aku ditikamnya pakai gunting,”ucapnya di ruang IGD Rs Estomihi.

Sementara itu, Panjaitan, salah seorang warga mengatakan bahwa setelah menikam Manik, Otto hendak melarikan diri.” Si Manik itu sudah lama kerja di Amplas sebagai agen, sedangkan pelakunya kami tidak tahu,”ucapnya.

 Dikatakannya, waktu dia (Otto) mau lari, langsung kami tangkap. Dan, datanglah petugas polisi, kalau tidak datang, sudah mati mungkin dia.

” Karena di buat ribut di daerah kami, makanya kami balbali (hajar,red), disini tempat cari makan halal, bukan tempat pencuri ini,”kesalnya sembari pergi dengan beberapa temannya.

Sementara itu, Otto yang dijumpai di Polsek Patumbak mengatakan bahwa itu hanya masalah kesalah pahaman saja. Karena, dia diteriaki copet oleh warga. Aku tikam dia, karena aku mau dipukuli.” Siapa yang tidak panik dibilang maling, daripada aku ditangkap massa, spontanlah aku tarik guntingku,”kilahnya.

Mengenai keterangan warga yang mengatakan dia memang hendak mencuri, lagi-lagi pria yang mengaku pendeta dan ahli bahasa asing ini membantahnya.

” Aku orang pintar dan ahli bahasa, manalah mungkin aku mencuri,”tandasnya sembari masuk ke ruang penyidik.

Kapolsek Patumbak, Kompol Andiko Wicaksono melalui Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu I Kedek Heri Cahyadi membenarkan kejadiaan tersebut.

“Pelaku sudah diamankan dan korban masih dirawat di Rs Estomihi Medan,”terangnya.

Masih kata Kadek, setelah korban sehat, pihaknya akan meminta keterangannya. Dan, untuk pelaku masih kita periksa intensif. ” Keterangan keduanya akan minta dan pelaku masih diperiksa,”pungkasnya (admin)

Foto :ilustrasi/

News Feed