oleh

Mustika Merah Delima Mampu Meraga Sukma

                                                                  OKEBUNG|
Kisah ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh seorang teman sekaligus salah seorang keponakanku. Terlahir kedunia fana dengan kondisi fisik yang tidak sempurna, serta sejak umur 6 tahun telah ditinggal ayahnya yang tercinta. Tanpa disangka dan diduga Ahmad Sodikin atau biasa disebut oleh teman-temannya Bram mendapatkan kemurahan dari Allah SWT, yaitu mendapatkan  batu mustika merah delima pemberian seorang kakek misterius.

Kisah nyata yang dialami oleh Bram ini kalau kita menggunakan nalar sehat kadang tidak akan kita percaya, namun apa yang terjadi pada diri Bram tersebut merupakan kisah sejati yang benar-benar terjadi. Jika anda penasaran berikut ini ceritanya.

Sekitar pertengahan tahun 2007, Bram melakukan puasa yang ketika buka hanya makan buah pisang raja sere dan satu gelas air putih. Jika tengah malam ia dirikan shalat hajat serta membaca dzikir sebisa-bisa kemampuanya. Walau ketika itu ia masih remaja dan berperawakan agak sedikit kurus, namun berkat ketekunanya puasa selama tujuh hari tersebut dapat ia selesaikan hingga hari akhir ia melakukan puasa mati geni (puasa tidak tidur semalam suntuk).

deima 3

Pasca melakukan tirakat tersebut pada malam hari berikutnya, ia bermimpi, dalam mimpinya tersebut Bram merasa berada pada suatu tempat yang dimana keadaanya nampak tidak seperti sing dan tidak seperti malam, mirip ketika sang matahari hendak terbenam di ufuk barat. Keadaan disekitar tempat tersebut nampak sangat tenang dan damai sekali, berada ditengah-tengah suasana tersebut hatinya terasa sangat damai dan bahagia.

Ditengah-tengah agak kebingungan secara tiba-tiba Bram dihampiri oleh seorang kakek tua misterius dengan mengenakan jubah kebesaran laksana orang-orang dari tanah Arab dengan jenggot putih memanjang menggelayut di dagunya. Secara tiba-tiba kakek tersebut menyuruh Bram untuk menuju ketempat dihadapannya yang dari kejauhan tampak tempat tersebut berwarna kemerah-merahan. Tanpa pikir panjang Bram bergegas menuju tempat yang ditunjukan oleh kakek tersebut. Sesampainya tiba ditempat yang telah dituju, ia merasa sempat bingung karena suasana ditempat tersebut semuanya serba berwarna kemerah-merahan, langit berwarna merah, batu-batuan disekitarnya semua berwarna merah, apapun benda yang ada ditempat tersebut semuanya berwarna merah.

Dengan masih didampingi oleh kakek misterius tersebut oleh kakek Bram disuruh mengambil sesuatu benda yang memancarkan cahaya merah kemilauan yang sangat menyilaukan mata. Dengan segera Bram mengambil benda yang bercahaya merah kemilauan tersebut dan ketika telah dipegang ditangan, tampak wujud benda tersebut berujud sebuah batu berwarna merah yang besarnya sekitar sebesar biji kacang. Ketika benda yang ujudnya batu tersebut sudah ada dalam genggamanya, ketika itu juga Bram terjaga dari tidurnya. Dan anehnya, ketika ia bangun dari tidurnya, batu tersebut masih tetap ada dalam genggaman tangannya Bram. Pada saat itu iapun sempat merasa heran kenapa batu yang ia dapatkan melalui alam mimpi bisa sampai ada dialam nyata dan berada dalam genggaman tanganya.

Merasa kurang senang dengan koleksi batu, oleh Bram batu berwarna tersebut dibuang dibelakang rumahnya. Namun keanehan terjadi, secara tiba-tiba batu tersebut telah berada kembali dikantong celana milik Bram. Dan pada malam harinya ia bermimpi didatangi oleh sekelompok orang berjubah putih. Di dalam mimpinya tersebut, Bram merasa duduk ditengah-tengah orang berjubah putih dan salah seorang dari yang mengenakan jubah tersebut berkata seraya meminta agar batu merah tersebut jangan dibuang karena batu merah tersebut telah berjodoh dan cocok untuk ikut bersama dengan Bram.

Setelah mendapatkan mimpi tersebut, Bram menyimpan baik-baik batu berwarna merah itu di dalam lemari bajunya. Keanehan batu merah tersebut kembali terjadi ketika pada saat itu Bram pergi kekamar mandi. Tanpa disengaja ketika menyiduk air, batu merah yang berada disaku bajunya terjatuh kedalam bak air mandi. Secara tiba-tiba seluruh air yang terdapat dalam bak air mandi tersebut berubah menjadi merah, melihat kejadian tersebut Bram dibuat kaget bukan kepalang. Dengan tergesa-gesa ia berteriak dan memanggil-manggil ayah tirinya. Ayah tirinya pun cepat bergegas menghampiri Bram yang pada saat itu nampak sedang kebingungan.

Melihat seisi air bak mandi berwarna merah ayah tirinya pun sempat merasa keheranan. Oleh ayah tirinya bak mandi tersebut dikurasnya dan kembali diisi dengan air yang baru. Namun apa yang terjadi, tak selang berapa lama air dalam bak tersebut kembali berwarna merah. Ayah tirinya pun sempat dibuat bingung atas kejadian tersebut. Tiba-tiba Bram teringat bahwa ketika akan kekamar mandi ia membawa batu berwarna merah didalam saku kantong bajunya, setelah menggerayangi kantong baju ia kaget karena batu tersebut sudah tidak ada di kantong bajunya. Maka ia pun kemudian mencoba mencari batu tersebut didalam bak air mandi, aneh bin ajaib ketika tanganya masuk kadalam bak air mandi tiba-tiba batu tersebut seakan tersedot ketangan Bram dan seketika itu batu sudah ada dalam genggaman tangan Bram. Dan yang lebih mengagetkanya lagi setelah tangan Bram sudah tidak ada dalam bak air mandi, air dalam bak tersebut berubah seperti air biasa tidak lagi berwarna merah.

Ayah tirinya pun sontak terbelalak melihat kejadian tersebut. Setelah dilihat-lihat ayah tirinya mengatakan bahwa batu tersebut adalah batu mustika merah delima. Dan oleh ayah tirinya batu merah delima tersebut segera diamankan dan disimpan pada tempat yang cukup rahasia. Pada saat itu baik Bram maupu ayah tirinya merahasiakan akan keberadaan batu mustika merah delima tersebut.

MERAGA SUKMA

delima 2

Selang beberapa bulan memiliki Batu merah delima, Bram dibimbing dan diwedar langsung oleh khodam yang terdapat pada batu tersebut untuk mempelajari ilmu meraga sukma. Menurut Bram khodam penunggu batu merah delima tersebut berujud sosok kakek-kakek tua mengenakan sorban atau jubah putih dengan jenggot panjang didagunya. Oleh kakek tersebut ia disuruh melakukan puasa selama tujuh hari. Memasuki puasa hari kedua Bram mencoba melakukan proses meraga sukma. Dengan dibimbing oleh kakek misterius tersebut dengan tanpa kesusahan yang berarti ia dapat melepaskan sukma dari jasad kasarnya. Ketika itu ia merasa kaget dan heran, seakan-akan ia berada pada posisi terbang dan lebih kaget lagi ketika ia melihat jasad wadagnya sedang duduk bersemedi dengan dijaga oleh lima orang yang memakai jubah putih.

Oleh sang kakek tersebut Bram diajarkan cara terbang dan melesat diatas udara. Mulanya ia agak kaku ketika melakukan terbang diudara namun lama-kelamaan Bram dapat mengendalikan dirinya untuk dapat terbang dan melesat secepat kilat diudara. Bersama dengan kakek misterius Bram pada tengah malam itu pergi melesat melalnglang buana mengitari satu tempat ketempat yang lainya laksana pesawat udara yang terbang diangkasa.

Pernah pada satu waktu Bram melakukan ragasukma ketempat kerajaan Nyi Ratu Roro Kidul yang terdapat ditengah samudera sekitar Pelabuhan Ratu. Pada saat berkunjung ke kerajaan Pantai Selatan tersebut. Ketika tiba dipantai selatan, ombak disekitar laut deburanya makin lama makin tinggi, hingga ombak tersebut menerjang tubuh halus Bram yang kemudian menggulungnya hingga tiba digerbang kerajaan Nyi Ratu Roro Kidul. Oleh para prajurit kerajaan Bram dipersilahkan masuk oleh para danyang yang menurut pengelihatan Bram, para prajurit kerajaan pantai selatan tersebut sangatlah cantik-cantik dan memikat hati. Hingga tibalah Bram dihadapkan pada sang Ratu. Dengan pakaian kebesaran keraton berwarna hijau sang Ratu nampak sangat cantik menawan dengan tubuhnya yang molek. Setelah melakukan penghormatan kepada sang Ratu, Bram dipersilahkan untuk duduk dan berbincang dengan ratu. Pada intinya sang Ratu menyambut kedatangan Bram tersebut dengan penuh keramahan dan kehangatan. Dan hingga sa’at ini Bram sering melanglang buana dari alam ghaib satu ketempat yang lainya dengan melakukan perjalanan astral meragasukma, maha besar Allah dengan segala kekuasaanya…

Begitulah kira-kira selintas tentang kisah nyata yang terjadi pada Bram, sosok pemuda bujangan yang sa’at ini tinggal di bilangan Kabupaten Indramayu. Sebetulnya masih banyak kejadian aneh dan misterius pasca Bram mendapatkan mustika merah delima, namun berhubung terlalu panjang jika ditulis dalam satu judul, maka kami akan menulisnya pada lain waktu. Terima kasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (sumber: kertegmuda)(internet)

Foto :Mustika Merah Delima /Internet/

News Feed