oleh

Motif Penganiayaan Anggota Armed Hanya Tak Senang Ditegur

OKEBUNG |
Adwan Afrizal alias Sakwan (32) warga Jalan Pintu Air I, Gang Permai, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan M Rifki alias Rifki (20) warga Jalan AH Nasution, Medan terpaksa harus menjalani hari-harinya dibalik jeruji sel penjara.

Keduanya ditangkap petugas Sat Reskrim Polresta Medan dan Polsek Medan Baru karena melakukan penganiayaan terhadap prajurit Batalyon Armed 2/105,Prada Sahedil pada,Rabu (25/03/2015) sekira pukul 05.00 WIB di Jalan Raksa Kec Medan Petisah.

Dari kedua tersangka,petugas polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah parang, 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 4047 HEB, 1 buah baju, 1 buah baju OKP dan celana jeans.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Istanto Bram didampingi Kapolsek Medan Baru Kompol Ronny Nicolas Sidabutar dan Kanit Reskrim Iptu Pol Oscar Stefanus Setjo kepada wartawan,Minggu (29/03/2015) menjelaskan bahwa motif penganiayaan hingga menyebabkan korban terluka parah berawal hanya masalah sepele saja.

“Saat itu pelaku mengendarai kereta (sepeda motor,red) dengan kecepatan tinggi didepan Diskotek Lee Garden Jalan Nibung II, Medan Petisah .Ketepatan korban Prada Sahedil bersama seniorannya Praka Ahmad Affandi Tambunan yang melihat langsung menegur pelaku.Pelaku yang tidak senang ditegur langsung mendatangi korban hingga terjadi cekcok mulut,”ungkap Kompol Wahyu Bram.

Masih dijelaskan Wahyu,usai terjadi cekcok mulut selanjutnya pelaku pergi mengambil kelewang yang tak jauh dari lokasi dan kembali lagi mengejar Prada Sahedil lalu menganiaya dan membacok punggung dan kepala korban hingga bersimbah darah terkapar di jalan.

“Korban bersimbah darah,sedangkan rekan korban Praka Ahmad Afandi Tambunan menyelamatkan diri ke Mapolsek Medan Baru meminta pertolongan kepada polisi.Menerima informasi dari Praka Ahmad,petugas pun langsung menuju lokasi kejadian,”jelas Kompol Wahyu.

Petugas unit Reskrim. Polsek Medan Baru selanjutnya,kata Wahyu melakukan pertolongan terhadap korban dan membawanya ke rumahsakit.Sementara beberapa petugas lagi melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Akhirnya tersangka Adwan yang bekerja sebagai penjaga malam dan anggota OKP ini berhasil diringkus di kawasan Terminal Amplas.Dan tersangka M Rifki yang merupakan Pramugara Kereta Api diringkus di Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi,” urainya seraya menambahkan untukk seorang pelaku lagi,Okta masih dalam pengejaran.

Disebutkannya bahwa pelakunya tiga orang,dua ketangkap,dan seorang masih dilakukan pengejaran.

“Jadi pelaku ini ada tiga orang, namun yang melakukan pembacokan terhadap korban yang saat ini masih menjalani perawatan di RS Putri Hijau adalah tersangka Adwan Afrizal,” sebutnya

“Saya gak ada ikut-ikutan bang.Saya hanya disuruh mengambil klewang saja, saya orang baik-baik kerja sebagai Leader Pramugara Kereta Api dan gaji saya setiap bulan Rp 4 Juta,”aku Rifki seraya menambahkan bahwa dirinya anggota Organisasi Kepemudaan (OKP).(admin

News Feed