oleh

Minta Uang Belanja,Malah Dapat Bogem Dari Suami

OKEBUNG|
Llisa (23) warga Jalan STM/Suka Tirta, Kel Sukamaju, Kec Medan Johor terpaksa mendatangi Mapolsek Delitua,pasalnya ibu rumah tangga ini hendak melaporkann suaminya, Hermansyah (25) yang telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya,Kamis (06/11/2014) sekira pukul 12.00 WIB, di Jalan STM, Medan Johor.

Berdasarkan data dan keterangan diperoleh,aksi pemukulan tersebut bermula, ketika Lisa meminta uang belanja kepada Herman pagi sebelum berangkat kerja.

Namun, kewajiban Herman sebagai suami untuk menafkahi anak dan istri tidak dipenuhinya. Bukan mendapatkan uang, Lisa malah mendapatkan makian dari Herman tanpa mempedulikan anak dan istrinya itu.

“Dimakinya aku bang, dibilangnya samaku ‘enak aja kau, tiap hari uang’. Padahal kan bang, aku istrinya wajar meminta uang belanja sama suami. Tapi apa, kayak bukan suamiku dia itu bang,” terang Lisa.

Tanpa memperdulikan istrinya, Herman pun pergi meninggalkannya untuk bekerja di Jalan STM, sebagai karyawan di salah satu penjual sparepart (loak) di daerah STM.

Dua hari sebelumnya, diterangkan Lisa kalau mereka sempat ribut lantaran Herman ketahuan selingkuh dengan perempuan lain yang diketahui bernama Mutia. Hingga akhirnya membuat Lisa yang gelap mata, langsung mengambil jalan untuk menjual TV 21″ merk Samsung, sepasang speaker aktif dan juga 1 unit DVD yang total penjualannya Rp 500 ribu kepada tetangganya sendiri.

Herman yang hendak mengambil sesuatu di rumah sekitar pukul 11.40 WIB, kaget bukan main saat melihat barang – barang yang ada di rumahnya terutama TV,speaker dan dvd yang biasa terpampang di ruang depan sudah tak lagi berada di rumahnya.

Tak butuh waktu lama, Herman yang melihat Lisa melintas di Jalan STM, bersama dengan temannya segera mengejarnya dan langsung menyeret – nyeret Lisa di hadapan orang banyak yang langsung memukul kepalanya dengan bringas.

“Kayak binatang aku dibuatnya bang, ditengah jalan diseret – seretnya aku. Malu kali aku dibuatnya bang, tau aku salah karena udah menjual barang – barang rumah. Tapi aku terpaksa karena dia gak ngasi uang belanja bang, mau makan apa aku dan anakku kalau gak di nafkahinya sebagai suami. Mending gak usah punya suami aku kalau kayak gini tingkahnya bang,” ungkap Lisa meneteskan air mata.

Lisa mengaku kalau perilaku suaminya yang ringan tangan memukulnya ini sudah sering dialaminya. Bahkan setahun setelah menikah dengan Herman, setiap kali bertengkar Lisa tak luput dari tangannya. Lisa tetap sabar dan menahannya lantaran masih memikirkan buah hati mereka satu – satunya yang masih berumur 2 tahun.

“Udah sering kali aku dipukulinya bang tiap ribut. Suka main tangan dia bang, tapi aku tahankan aja karena masih kufikirkan anakku yang masih kecil ini bang. Kalau gak mikirin anak aja bang, udah dari dulu dia itu ku adukan ke Polisi biar di penjara bang,” terang Lisa dengan mata berkaca – kaca.

Menurut pengakuan Lisa, sebelumnya Herman lancar memberikan nafkah kepadanya dengan rata – rata Rp 50 ribu perhari namun belakangan dua minggu sudah Herman tak memberikan sedikit pun uang kepada Lisa yang menurut pengakuan Lisa kalau suaminya itu ternyata sudah memiliki wanita idaman lain bahkan mertuanya pun sudah mengetahui hal tersebut.

Seakan tak peduli, Selasa (04/11/2014) kemarin Lisa mendatangi rumah mertuanya yang hanya berjarak 200 meter dari rumahnya untuk mencari penjelasan dari mertuanya itu terkait perilaku anaknya Herman.

Pun ditanyai, mertuanya itu seakan tak tahu dan mengelak kepada Lisa terkait perilaku Herman yang dari sejak Lisa mengandung 5 bulan telah mengetahui perselingkuhan yang dilakukan Herman dengan wanita – wanita lain.

“Memang mertuaku itu gerot, kemarin dia yang mohon – mohon agar aku nikah sama anaknya. Tapi aku ngadu sama dia tentang perilaku anaknya yang tukang selingkuh, mamaknya malah gak mau tau dan terkesan mengelak. Mertua macam apa itu?

“Kudengar dari warga sekitar bang, kalau si Herman itu memang dari dulu udah selingkuhi aku dan sering jalan sama perempuan lain. Tapi aku gak open karena aku gak begitu percaya sama orang, belakangan terakhir dengan mata kepalaku sendiri kulihat suamiku jalan dengan perempuan itu bang yang bernama Mutia,”kesalnya.

Diceritakan Lisa bahwa dirinya telah 3 tahun menikah dengan Herman dan hanya 4 bulan berpacaran, kedua cucu adam ini langsung mengambil langkah untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.

“Cuma 4 bulan kami pacaran dulu bang. Tau lah, namanya laki – laki manisnya awal – awal aja. Begitu udah jadi, kelihatan langsung belangnya. Gak ada yang betol laki – laki sekarang. Jujur, memang dulu itu waktu pacaran, karena uangnya bang. Lancar kali dia kasi sama aku, kalau lagi banyak 300 ribu per hari dia kasi paling sedikit 150 ribu lah bang. Akhirnya, kami bener – bener jadi,” ungkap Lisa.

Lisa pun mengeluh dengan Herman yang hobby judi (ikan laga) dan jarang pulang ke rumahnya. Hal tersebut pun sering di bicarakan Lisa kepada Herman, namun tak juga di pedulikan oleh suaminya itu.

“Jarang pulang dia itu bang, kadang pulang gak pulang di rumah. 3 tahun aku jalani hal seperti ini bang, kularang malah di maki dan dipukulnya aku. Lagi dia penggila judi (ikan laga) bang. Karena di daerah tempat tinggal kami itu musimnya judi (ikan laga) gak bisa di bilangin dia itu bang. Tambah lagi perempuan selingkuhannya yang harus dibiayai, aku istrinya dan anaknya pun juga harus dibiayai. Tapi malah lebih memilih si Mutia itu dia bang dari pada aku dan anaknya,” terang Lisa.

Sampai akhirnya, sekitar pukul 13.00 WIB, Lisa mendatangi Mapolsek Delitua, guna melaporkan suaminya tersebut dan berharap agar segera ditangkap oleh pihak kepolisian.
“Tekad ku udah bulat bang, biar dia ditangkap polisi dan akan ku ceraikan dia bang. Udah capek aku hidup kayak gini terus sama dia, kayak binatang aku dibuatnya bang,” jelas Lisa.

Hingga sampai pukul 18.00 WIB, Lisa baru dapat giliran antri untuk membuat laporan pengaduan yang selanjutnya di arahkan untuk membuat visum ke RS. Sembiring yang hanya berjarak 100 meter dari Polsek Delitua.(rz)

News Feed