oleh

MH -17 Jatuh Ditembak,Presiden Rusia Telepon Obama, Petro Katakan Tragedi Itu Aksi Teroris

MOSKOW – OKB|
Pasca jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17 yang diduga ditembak jatuh oleh rudal sistem anti-udara, menuai kecaman dan kutukan dari beragam pihak.

Terkait hal itu,Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan melakukan sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Putin membahas kecelakaan yang dialami oleh pesawat Malaysia Airlines di Ukraina.

“Pemimpin Rusia (Vladimir Putin) mengabarkan kepada Presiden AS,Barack Obama mengenai laporan dari pengawas lalu lintas udara mengenai insiden pesawat Malaysia jatuh di Ukraina,” pernyataan pihak Istana Kremlin, seperti dikutip Reuters, Jumat (18/07/2014).

Tidak diketahui secara pasti isi dari penjelasan Putin kepada Obama. Pesawat itu sendiri jatuh di wilayah konflik antara perbatasan Ukraina dan Rusia.

Ada dugaan pesawat ditembak jatuh saat tengah terbang dalam ketinggian 10.058 meter. Pihak Malaysia Airlines pun sudah mengakui kehilangan kontak dari pesawat tersebut.

Pesawat Malaysia Airlines dalam penerbangan dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur dilaporkan ditembak oleh roket di wilayah udara Ukraina. Pihak Malaysia Airlines mengakui kehilangan kontak dengan pesawat itu.

Dilaporkan 295 orang berada di dalam pesawat nahas ini. Pesawat dilaporkan ditembak tidak jauh dari perbatasan Rusia.

Sementara itu,Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyebut tragedi tersebut sebagai aksi teroris.
 
Petro menyiratkan tanggung jawab kepada anggota separatis Pro-Rusia yang saat ini masih terlibat konflik dengan pemerintah Ukraina.
 
“Kami tidak mengecualikan bahwa pesawat itu ditembak jatuh dan kami mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjata Ukraina tidak menembak target apapun di ruang udara kami,” ujar Poroshenko, seperti dilansir CNN, Jumat (18/07/2014).
 
Berbeda dengan Poroshenko, Presiden Rusia, Vladimir Putin justru menyalahkan Ukraina, lantaran sebelumnya Ukraina sengaja memperbarui kontak senjata di wilayah Timur Ukraina yang tengah disengketakan.
 
“Tentu saja negara di atas wilayah kejadian itu berada, bertanggung jawab atas tragedi yang buruk ini,” timpal Putin, sebagaimana dikutip Media ITE.(okz/net)
Foto :metrotvnews/net/

News Feed