oleh

Merampok 20 Kali,Komplotan Tentara Gadungan di Ringkus Polresta Medan

MEDAN-OKB|
Usai sudah petualangan tiga bandit yang mengaku sebagai aparat TNI yang kerap melakukan aksi kejahatan diwilayah kota Medan ini.Kawanan perampok menggunakan atribut TNI ini akhirnya berhasil diringkus petugas Reskrim Polresta Medan.

Para pelaku yang berhasil diringkus yakni,Joko Sujiono (40) warga Jalan Baru,Kec Percut Sei Tuan,Kab Deliserdang,Prov Sumut, Muji Yanto (32) dan Endang Sasmita (35) warga kawasan Percut Sei Tuan,Kab Deliserdang,Prov Sumut.

Keterangan diperoleh di Mapolresta Medan,keberhasilan petugas Polresta Medan mengungkap kasus perampokan tersebut berawal adanya laporan masyarakat yang resah dengan aksi para perampok yang mengaku aparat TNI tersebut.

Atas informasi masyarakat tersebut,lantas tim khusus Sat Reskrim Polresta Medan langsung melakukan pengintaian keberadaan para pelaku hingga akhirnya berhasil meringkus kawanan perampok itu.

Dikantor polisi para pelaku mengaku sudah 20 kali beraksi di beberapa lokasi di wilayah hukum jajaran Polresta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan,Kompol Wahyu Bram kepada wartawan,Rabu (16/07/2014)menyebutkan,jika para pelaku beraksi selalu berpura-pura menjadi TNI.Dan modus aksinya berpura-pura meminta tumpangan boncengan kepada korbannya.

“Para pelaku berkasi selalu berpura-pura jadi anggota TNI-AD dan jika melakukan aksinya juga selalu memakai atribut lengkap TNI,” jelas Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram.

Ketika kita ringkus,lanjut Kasat,pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa atribut TNI terdiri dari pakaian dinas TNI, handy talk, senjata api replika,1 unit mobil Suzuki Katana nopol BK 8506 CI, sepeda motor Mio BK 6417 ADP dan sepeda motor Jupiter BK 4667 ABC yang diduga hasil kejahatan para pelaku.

“Barang bukti yang kita amankan dari para pelaku atribut TNI dan satu mobil Suzuki Katana serta tiga unit sepeda motor,”ungkap Kompol Wahyu Bram.

Kasat Reskrim menhimbau kepada masyarakat yang pernah menjadi korban untuk datang ke Polresta Medan. Karena masih tiga laporan yang masuk ke Polresta Medan.

“Masyarakat yang pernah menjadi korban diharapkan datang ke Polresta Medan,”himbau Kompol Wahyu Bram.(Zani)
Foto :Ilustrasi/Net

News Feed