oleh

Menkeu RI Yakin Rupiah Stabil di Rp11.900/USD

OKEBUNG|
Asumsi makro ekonomi seperti nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam APBN 2015 dipatok sebesar Rp11.900 per USD. Namun saat ini saja, Rupiah keok di level Rp12.000 per USD. Apakah asumsi Rupiah ini capai target?.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri optimistis asumsi yang dipatok tidak melebihi, walaupun bank sentral Amerika Serikat (AS) the Fed melakukan normalisasi kebijakan dengan mempercepat kenaikan tingkat suku bunganya (fed fund rate).

Menurut Chatib, hal ini dikarenakan pasar telah mengantisipasi kenaikan tersebut melalui mekanisme price in. “Sebelum terjadi sudah mengalkulasi dan memasukkan dalam nilainya,” papar Chatib di Gedung DJP Kemenkeu, Jakarta, Senin (29/09/2014)sebagaimana dilansir okezone.com.

Chatib menjelaskan, ketika the Fed menaikkan tingkat suku bunganya, market tidak akan bereaksi tinggi, dengan melalui mekanisme price in. Menurutnya, market akan menetralisir kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

“Dengan langkah yang kita lakukan, market akan menginternalize kebijakan yang dibuat. Pemerintah fleksibel, alokasi BLSM fleksibel, kalo BBM dinaikkan, maka kita akan berada pada kisaran rupiah lebih kuat. Itu sebabnya dalam APBN kita asumsikan Rp11.900 per USD,” kata dia.

Apalagi lanjut Chatib menjelaskan, baik market ataupun pemerintah sudah memperkirakan. Sehingga membuat pola sudah menganalisa bahwa Rupiah akan stabil. “Karena kita sudah memperkirakan, pola sudah menganalisa, Rupiah akan stable. Market akan lihat, pemerintahnya ready enggak” pungkasnya. (net)
Foto;Ilustrasi

News Feed