oleh

Menipu Calon PNS,Anggota KPK dan BIN Gadungan Diringkus Polisi

OKEBUNG|
Usai sudah petualangan jahat,Ahmad Tohir Arif (42) warga Penatarsewu Kecamatan Tanggulangin.Pasalnya,pria yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)dan mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN)bagian penelitian aset negara ini ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan terhadap 19 orang korbannya untuk dijanjikan bisa masuk PNS.

Informasi diperoleh menyebutkan,selama menjalankan aksi tipu meipunya, Tohir meraup uang sekitar Rp 150 juta lebih. Setelah terendus Satuan Reskrim Polres Sidoarjo, akhirnya diringkus dan dijebloskan ke penjara. Aksi pelaku terbongkar setelah Rusdii salah satu korban, melapor ke Polres Sidoarjo adanya penipuan dengan mencatut nama KPK dan BIN.

Rusdi di tipu anaknya dijanjikan bisa masuk PNS dengan dimintai biaya Rp 115 juta. Sebagai tanda jadi, korban sudah memberikan uang muka Rp 5 juta. Setelah anaknya tak lolos dan tak kunjung diterima sebagai PNS, korban melapor ke Polres Sidoarjo.

Menurut Kasubbag Humas Polres Sidoarjo AKP Syamsul Hadi, pelaku dalam kesehariannya selalu menenteng pistol Air Soft Gun untuk mempengaruhi orang yang bertemu dengan pelaku.

“Dimanapun dan kepada siapapun, pelaku selalu mengaku sedang tugas negara untuk wilayah Sidoarjo. Dalam keseharian, selalu lengkap pakaian safari PDH, pakai PIN KPK, tanda pengenal dan lainnya,” ucapnya Jumat (05/09/2014)sebagaimana diberitakan poskotanews.com.

Pelaku berhasil diamankan petugas saat berada di depan tempat karaoke X2 depan perumahan Taman Pinang Sidoarjo. Saat ditangkap, pelaku seolah petugas beneran dan meminta waktu akan menghubungi pimpinannya berpangkat Brigjen.
“Saat akan ditangkap, pelaku juga sempat menggertak, tapi langsung kami amankan untuk disidik. Pelaku ini calo apapun, mulai PNS, tanah, dan lain sebagainya,” tegas Kanit Pidum Ipda Hafid Dian Maulidi.

Aktifitas dan perbuatan pelaku sudah diselidiki sebelumnya dan benar melakukan tindak kriminal dengan membujuk, menipu korban di berbagai tempat. “Pelaku akan kami jerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP,” jelasnya.(Admin)

Foto:Ilustrasi/

News Feed