oleh

Menang Prapid, Polisi Harus Lanjutkan Kasus Penipuan

 

OKEBUNG|
Kepolisian Resort Kota Medan (Polresta) harus memproses kembali kasus  penipuan dan penggelapan terhadap korban Fachrul Riza (24) warga Jalan Terusan Negara No 25 Medan dengan nomor Laporan Polisi (LP) 239/1/2011/SU/ Resta Medan yang sempat SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) dengan nomor SPP .Sidik /223 /a/IV/ 2014/ Reskrim .

Kasus tersebut harus dilanjutkan oleh Reskrim Polresta Medan karena  Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan  gugatan praperadilan (prapid)  yang dilakukan oleh  Fachrul Riza. yang tertuang dalam putusannya Nomor .40/ Pra. Pid/ 2014/ PN Mdn. 

” Saya minta Polresta Medan segera memproses kasus tersebut sampai kepersidangan,” ungkap Fachrul Riza.

Fachrul Riza menceritakan kasus tersebut berawal, pada bulan Agustus lalu 2010 lalu korban meminjamkaan BPKB mobil Innova milik orang tuanya ke M Khairul Abdi (31) warga jalan Medan Area Selatan.

Kemudian BPKB mobil tersebut digadaikan oleh keluarga Khairul Abdi ke pihak lain dan BPKB tersebut hilang. Karena kesal, pihak korban kemudian melaporkan hal tersebut ke Reskrim Polresta Medan guna mencari keadilan.

” Dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh Reskrim Polresta Medan, tidak ada penyelesaian antara pihak korban dan pihak terlapor. Pada tanggal 10 Juni 2014, pihak Reskrim, Polresta Medan  mengeluarklan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang kemudian merunut kepada SP3,” ungkap  Fachrul Riza.

Muslim (50)  Ayah Fachrul Riza menyebutkan, kalau kasus tersebut tidak dapat dilanjutkan penyidikannya karena  menurut polisi kerugian BPKB mobil Inova BK 1801 BK telah diganti oleh pihak terlapor dengan ganti rugi satu sertifikat tanah dan telah di BBN atas nama Muslim.

” Meskipun sudah diganti dengan sertifikat tanah dan telah diganti atas nama saya , tapi tanah dan rumah tersebut tidak dapat saya kuasai dan saat ini mereka masih bertahan di rumah tersebut dan malah uang saya juga sudah habis ratusan juta saya serahkan ke mereka ( Ayah Khairul Abdi- red), inikan namanya penipuan.

Muslim menyebutkan, polisi harus kembali memprose kasus tersebut, PN Medan telah mengabulkan gugantan prapid yang dimohonkan pihaknya ( Muslim-red).” Kasus ini harus dituntaskan polisi sampai kepersidangan dan menjebloskan para tersangkanya ke panjara,” ungkap Muslim dengan rasa kesal. (cok)

Foto|ilustrasi\

 

 

News Feed