oleh

Meluk Istri Orang,Calon Anggota TNI Dibacok Oknum TNI

OKEBUNG|
Kopda Ismail (36) warga Komplek Perkampungan Kodam I/BB Sunggal, Jalan Legawa Barat No. K401, Lingkungan XVI,Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal terpaksa melarikan diri dari kediamannya.

Pasalnya, anggota TNI bertugas sebagai supir di Kesdam RS Putri Hijau Medan ini membacok pria yang sudah dianggapnya anak tersebut.

Akibatnya,korban Ahmad Syahputra (18) warga Jalan Starban Gang Family, Kelurahan Polonia,Kecamatan Medan Polonia terpaksa harus dirawat secara intensif dirumah sakit karena luka bacok parah. dialaminya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilokasi menyebutkan,Sabtu (25/04/2015),sekira pukul 20.00 WIB, warga sempat melihat korban berlari dari dalam rumah Ismail dan langsung tersungkur didepan rumah.

Melihat korban berlumuran darah,warga pun memberikan pertolongan terhadap korban dan langsung membawanya ke RSU Bina Kasih, di Jalan TB. Simatupang, Medan Sunggal, guna mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu,sebagian warga lainnya melihat masuk kedalam rumah dan menemukan istri Ismail bernama,Sri Rahayu (31) sedang menjerit histeris dan meronta-ronta ketakutan akan dibunuh oleh suaminya itu.

” ‘Kalian kejar dia, kejar dia, lihatlah aku mau dibunuhnya. Lihat tanganku berdarah,” ucap Ayu ditirukan oleh tetangga korban yang tak ingin namanya ditulis.

Diketahui,bahwa korban Putra sempat mencoba testing untuk masuk seleksi menjadi anggota TNI AD,menetap dirumah Ismail,untuk dibimbing dan dilatih oleh Kopka Ismail.Namun, diduga lantaran kecemburuan pelaku melihat dan menerima informasi bahwa istrinya dipeluk korban sehingga emosinya tak terbendung dengan membabi buta menghujamkan parang kebagian leher dan tangan korban.

“Kamu dek kalau mau saya kasi informasi, jangan tulis nama saya ya. Semalam itu si korban saya dengar ketahuan sama pelaku saat sedang pelukan dengan istrinya didalam kamar. Nah, katanya sih, istrinya itu sempat nangis dan ditenangi oleh korban yang sudah menganggapnya sebagai ibunya sendiri. Otomatis curiga dan cemburulah pelaku dek, wajar itu dek namanya juga suami,” terang sumber terpercaya saat dilokasi.

Masih kata warga sekitar yang tak ingin memberikan identitasnya, menyebutkan bahwa sempat terdengar isu bahwa kedua orang anaknya yang masih kecil-kecil, sering melihat keduanya bermesraan layaknya sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Bahkan, diketahui kalau pelaku baru saja pindah rumah sekitar 3 bulan yang lalu ke kediamannya itu.

“Dek, kami dengar-dengar juga kalau korban dan istri pelaku itu sempat tertangkap tangan oleh anaknya yang masih kecil-kecil, bermesraan berdua didalam rumah. Benar tidaknya itu dek kami gak bisa pastikan, mungkin itulah yang membuat pelaku geram dan berniat untuk menghabisi korban. Cuma inilah yang bisa kami berikan dek, jangan dikaitkan nama kami ya. Baru aja tiga bulan orang itu disini dek, mereka pun jarang bergaul dan terkesan menutup diri,” tambah warga.

Sementara warga lain berkulit putih dan mengenakan celana kuning ini mengaku bahwa pelaku diketahui sudah menikah lagi dan dirinya selalu mengancam istrinya untuk tidak menceraikan dirinya meskipun sudah beristri.

“Kemarin kan dek, infonya dengar-dengar bahwa istri pelaku juga pernah cerita-cerita sama ibu-ibu sini kalau dirinya dibawah ancaman untuk tidak menuntutnya agar bercerai dek. Ya istrinya itu sabar-sabar aja menghadapi pelaku. Kami sih gak begitu mengurusi mereka. Karena sistemnya open gak open disini,” ucap ibu berjilbab kuning ini.

Sementara, Rahman selaku kepling XVI, Kel. Tj. Rejo, Kec. Medan Sunggal, ketika dikonfirmasi, terkesan menutup diri dan mengatakan bahwa pelaku baru saja dua tahun menempati rumah dinas tersebut, dan menjelaskan bahwa dirinya tak tahu menau tentang peristiwa tersebut.

“Saya gak tau pasti dek peristiwa itu, karena tiba-tiba saya dapat kabar kalau PM (Polisi Militer) udah ada di TKP untuk pasang garis polisi militer (millitary police line). Saya gak tau apa motif sebenarnya dek, langsung aja lah konfirmasi ke Dandenpomnya atau gak Kapendamnya konfirmasi,” terang Rahman .

Terpisah, Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehudin, ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa peristiwa tersebut sudah ditangani oleh pihak Denpom I/BB, dan hingga kini pelaku masih dalam pengejaran.

Sementara untuk motif, pihaknya belum mengetahui lantaran pelaku masih kabur dan juga kondisi istrinya yang shock berat, serta korban yang masih terbaring lemas di RS Putri Hijau yang sebelumnya sempat dirawat di RSU Bina Kasih.

“Memang peristiwa itu benar, dan sudah ditangani oleh pihak Denpom I/BB. Untuk motifnya kita belum mengetahui pasti, karena pelaku kini masih kabur, istrinya juga shok berat dan korban sendiri masih menjalani masa perawatan, sehingga pihak Denpom I/BB sendiri memasang garis polisi militer diseluruh rumah pelaku. Pun begitu, nanti informasi selanjutnya saya akan kabari lagi,” ujar Enoh.

Hingga berita ini diturunkan, tampak garis polisi militer memenuhi rumah pelaku, dan warga tampak diam seribu bahasa, atas setiap pertanyaan yang timbul baik dari orang luar maupun tetangga sekitar.(roz/admin)

Foto:ilustrasi

News Feed