oleh

Melarang Tersangka Sholat, Kejari Bengkulu Didemo FPI

OKEBUNG|
Massa Front Pembela Islam (FPI) Provinsi Bengkulu melakukan aksi demo di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu.Pasalnya,hanya gara-gara Kejari Bengkulu melarang tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial APBD,Adrianto Himawan, untuk melaksanakan ibadah Sholat Ashar berjamaah di Masjid.

Meski berkali-kali membantah, namun Kepala Kejari Bengkulu Wito tetap menemui massa yang datang.Kepada massa aksi yang datang,ia menegaskan bahwa dirinya yang seorang muslim tidak mungkin melarang seseorang untuk melaksanakan ibadah Sholat.

“Kalau ada bawahan saya yang melarang tersangka Sholat, maka saya sendiri yang akan meminta dia diberhentikan. Semua proses hukum yang sedang kami jalankan sudah sesuai dengan prosedur,”katanya,melansirrakyatmerdekaonline.com.

Sementara itu, Ketua FPI Provinsi Bengkulu Sasriponi Bahrin Ranggolawe mengatakan, larangan salat oleh pihak Kejari Bengkulu disampaikan sendiri oleh tersangka Adrianto Himawann kepadanya. Menurut dia, larangan tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Melarang orang salat adalah cerminan arogansi dan kesewenang-wenangan dan merupakan pelanggaran HAM serta bertentangan dengan Pasal 27 UUD 1945,” ujarnya.

Dia menjelaskan, FPI Provinsi Bengkulu memberikan dukungan kepada Kejari Bengkulu untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial APBD Kota Bengkulu tahun 2013.

“Tangkap mereka yang benar-benar bersalah, tapi jangan dengan melanggar HAM,” demikian Sasriponi. [admin]

Foto |Ilustrasi\

News Feed