oleh

Medan Tak Aman,Petugas Malas Patroli,Perampok Merajalela, Sepasang Kekasih Kritis Dibantai

OKEBUNG|
Aksi perampokan di kota Medan sepertinya tak pernah ada hentinya. Kali ini,kawanan pelaku merampok dan membantai sepasang kekasih hingga nyaris tewas setelah sepeda motor yang mereka dikendarai terjatuh akibat dipepet puluhan perampok bersenjata kelewang di Jalan Brigjen Katamso, Kel. Sei Mati, Kec. Medan Maimun, Rabu (05/11/2014) sekira pukul 04.00 WIB.

Akibatnya, Popo (23) warga Jalan Besar Delitua, Gang. Sejarah, Kec. Delitua terpaksa menjalani perawatan medis di Klinik Tanjung Delitua.

Sementara kekasihnya Indah (22) warga Jalan Besar Delitua, Gang, Purwo, Kel. Delitua, Kec. Delitua harus menahan sakitnya ditinju para pelaku yang mencoba merampas harta benda kekasihnya.

Informasi yang diperoleh Okebung.Com dilokasi mengatakan aksi rampok itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Pagi itu, Popo dan Indah serta dua teman pria mereka berniat pulang setelah menjenguk saudara Popo yang tengah dirawat di RS Estomihi Medan.

Dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 4528 ADS berwarna hitam sepasang kekasih itu memilih mengekori kedua teman mereka yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja.

Namun,dipertengahan jalan, mereka pun sepakat untuk memilih arah pulang dari Jalan. Brgjen Katamso, Medan. Namun naas, ketika melintasi lokasi persisnya tepat didepan kantor Rispa sepeda motor dua sejoli itu dipepet dua pengendara sepeda motor Suzuki Satria F dan Honda Beat sementara rekan mereka tidak mengetahuinya.

Dalam kesempatan itu, salah satu pelaku mencoba mematikan kunci kotak sepeda motor yang mereka kendarai. Akan tetapi, Popo berhasil menghindar dari aksi pertama para pelaku.

Peristiwa dramatis itu pun terus berlanjut, detik berikutnya setelah berhasil menghindar dari pelaku pertama, dua sepeda motor Vixion hitam dan sepeda motor Honda Revo hitam memalang laju sepeda motor pasangan itu, tepatnya dipersimpangan bundaran Avros, Medan.

Beruntung, lagi-lagi Popo berhasil menghindar dari pelaku kedua. Tak sampai disitu, melihat sepeda motor yang dikemudikan Popo mengarah kepermukiman padat penduduk pelaku lainya dengan mengedarai sepeda motor Yamaha Mio menabrakan ban depan sepeda motornya ke sepeda motor mereka dari arah belakang.

Tak ayal, sepeda motor yang dikendarai Popo terjatuh dan menyeret-nyeret tubuh gemuk Popo hingga 3 meter. Sedangkan Indah yang saat itu dibonceng terpental kebadan jalan.

” Setelah itu, aku langsung bangkit bang. Aku liat Popo udah ngak sadarkan diri, sedangkan pelaku mau bawa lari kereta (sepeda motor) kami,” ujar Indah kepada Okebung.Com dilokasi, Rabu (05/11/2014) dini hari.

Lanjut, Indah mengatakan melihat itu dirinya langsung mengejar pelaku dan berteriak minta tolong. Kedua teman Popo dan warga sekitar rupanya mendengar teriakan tersebut.

” Baru satu pelaku mau nikam aku bang sambil minta kunciku, karena kutengok masih kecil aku tunjang dia dan terduduk keberam-beram. Nggak lama teman-temanya ada 10 kereta (sepeda motor) datang dan bawa mereka pergi,” ungkap Indah dengan mengaku warga diam saja dan mereka ditolong pegawai indomaret yang tak jauh dari TKP.

Selanjutnya, setelah Popo dibawa ke Indomaret dan sadar. Mereka pun pulang memilih untuk pulang. Tapi, lantaran luka yang dialami Popo terlalu parah. Mereka pun berniat membawa Popo ke Klinik Tanjung Delitua guna dimendapat perawatan medis.” Kasus ini juga akan kami laporkan ke kanto polisi,” kesalnya.

Sementara itu, menurut warga sekitar yang berhasil diwawancarai Okebung.Com, aksi serupa kerap terjadi dilokasi tersebut, hanya saja pihak kepolisiaan yang jarang melakukan patroli dilokasi.

” Kalau perampokan tiap hari disini. Tapi warga sini kucur-kucur. Apa lagi preman-preman itu katanya mau tangkap perampok, Cakapnya aja yang besar,” ujar Roni sembari berlalu.(akbar imut)

foto:ilustrasi\

News Feed