oleh

Medan Rawan Perampok Bersenpi,Pelaku Ngaku Anggota Polisi Gentayangan Cari Mangsa

* Dua Hari 4 Korban Keganasan Pelaku Bersenpi *

OKEBUNG|
Medan sebagai kota besar ketiga di Indonesia menawarkan sejuta bisnis bagi kalangan investor asing maupun lokal,buktinya sudah banyak para investor menjalankan bisnisnya di kota yang memiliki penduduk Hetrogen ini.

Bangunan hotel tinggi menjulang dimana-mana,pembangunan property juga tak kalah banyak dengan bangunan plaza yang ada di Medan.Namun,disatu sisi keamanan sepertinya kota yang dipimpin Walikota Medan Dzulmi Eldin sudah tak aman lagi karena banyaknya para pelaku kejahatan jalanan melakukan aksinya.

Perampok bersenpi_edit

Sepertinya Bapak Walikota Medan harus menemui Bapak Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta guna membicarakan permasalahan keamanan buat warga Medan.

Kali ini kota Medan tak aman lagi bagi warganya dengan maraknya aksi perampokan dilakukan pria ngaku anggota Polri membawa senpi bergentayangan dimana-mana.
Buktinya,dalam sehari ada tiga korban yang melapor kekantor polisi akibat menjadi korban perampokan pria bersenjata api mengaku sebagai anggota Polisi.Dan sebelumnya juga ada korban melapor akibat dirampok sepeda motornya oleh pria mengaku polisi membawa senjata api.
Seperti yang terjadi di wilayah hukum Mapolsek Medan Baru,pelaku kejahatan mengaku anggota polisi membawa senpi dalam semalam terjadi dua kali.Seperti korban perampokan sepeda motor milik Daniel Sipayung (29) warga Jalan Lembaga Permasyarakatan. Akibatnya korban kehilangan sepeda motor jenis Honda Spacy merah.

Dalam kasus ini,sang istri korban bernama,Elisabeth menceritakan, peristiwa perampokan yang dialami suaminya itu terjadi Kamis (13/11/2014).Saat itu, sang suaminya mengendarai sepeda motor miliknya tanpa memakai plat nomor polisi BK 2240 AEB melintas di Jalan Gatot Subroto Medan persisnya di simpang barat,suaminya di stop pelaku yang mengaku dari kepolisian Polsek Medan Baru.

Sejurus kemudian,pelaku langsung mengamankan sepeda motor korban dan membawanya sembari menyarankan korban agar mendatangi Mapolsek Medan Baru. Maka itulah sore harinya Elisabeth ke kantor Mapolsek Medan Baru,

“Pak saya mau nanya, ada polisi sini bermarga Lubis membawa sepeda motor Honda Spacy yang ditangkap dari Simpang Barat tadi, pak,” ucap Elisabet kepada salah seorang petugas, Kamis sore tadi.

Lantaran, tidak ada melihat sepeda motor milik di areal Polsek Medan Baru, lantas petugas menyarankan agar korban mengecek ke Sat Lantas Polresta Medan. Namun, saat petugas menanyakan surat tilang yang diberikan Polisi yang membawa sepeda motor tersebut, korban malah mengatakan, bahwa tidak diberikan surat tilang.

“Tidak ada surat tilangnya, pak. Soalnya kata suami saya begitu, kata polisinya nanti jadi sampai ke pengadilan. Makanya saya datang kemari mau menebus kereta (sepeda motor,red) saya,” terang ibu satu anak ini.

Setelah diberikan arahan oleh petugas Polsek Medan Baru, barulah korban sadar bahwa suaminya menjadi korban perampokan dengan modus menyamar sebagai polisi. Tak lama, korban yang kebingungan mencoba mendatangi Sat Lantas Polresta Medan guna mencari sepeda motor milik suaminya itu.

Sebelumnya, pada Rabu (12/11/2014)dinihari.Aksi yang sama juga dialami salah seorang mahasiswa Amik MBP dirampok di Jalan Gajah Mada Medan.Korban sepeda motornya dirampok dua pelaku menyamar polisi. Akibatnya sepeda motor Honda Supra X 125 BK 2735 SW raib dibawa kabur.Akibat kejadian itu korban melapor ke Polsek Medan Baru.

Selanjutnya,M Aditia Rambe (21) warga Jalan Murai 14 Kec Medan Denai,pada Kamis (13/11/2014) sekira pukul 03.00 dinihari ditembak dua pria tak dikenal saat melintas di Jalan Sudirman Medan, Kamis (13/11/2014)sekira pukul 03.00 dinihari.Dalam kejadian ini,korban menggunakan sepeda motor Ninja dan dua pelaku menggunakan sepeda motor metic.

Kemudian,Fadlan Situmorang (19) warga Rantau Prapat yang ngekos di Jalan Pancing juga mengalami nasib naas,pada Kamis (13/11/2014) malam,sepeda motor Supra 125 X BK 3628 YBA milik mahasiwa semester I Fakultas Ekonomi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara ini dirampas dua pemuda yang mengaku anggota Polri saat melintas di Jalan Sutrisno, Medan.

Informasinya,kejadian naas yang menimpa korban berawal disaat korban hendak pulang ketempat kos usai mengerjakan tugas kuliah di salah satu warnet di Jalan Sutrisno Medan.

Saat melintas dijalan tersebut, korban dipepet dua pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda CBR 150  BK 3417 DIT yang diduga plat palsu.

Selanjutnya, seorang pelaku menyuruh korban turun sembari mengaku sebagai polisi dan sedang melakukan razia narkoba.

“Disitu aku disuruh perlihatkan surat-surat. Karena percaya kepada, aku menyerahkan STNK dan SIM milikku. Setelah STNK dan SIM diserahkan, pelaku langsung merampas sepeda motorku dan diancamnya aku pakai pistol,” katanya.

Dengan tingginya tingkat kejahatan pria ngaku anggota polisi membawa senjata api,sepertinya Bapak Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta harus memerintahkan kepada jajarannya,khususnya mengevaluasi kinerja Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Pol Oscar,karena sejak perwira tamatan Akpol tahun 2009 tersebut tingkat kejahatan jalanan semakin meningkat tajam di wilkum Polsek Medan Baru.(admin)
Foto :ilustrasi

News Feed