oleh

Mangkir dari Panggilan,Polresta Medan Cek Dirut RSUD Pirngadi di Jakarta

MEDAN -OKB|
Terkait ditetapkannya Direktur RSUD Pirngadi Medan, Amran Lubis sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) bersumber dari Direktorat Jendral (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Tahun Anggaran 2012 senilai Rp2,5 miliar ternyata hingga saat ini Amran masih mangkir dari panggilan penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polresta Medan.

Amran akan diperiksa Senin (14/07/2014), hari ini. Namun, ia tidak hadir dengan alasan sakit.
“Yang bersangkutan tidak datang. Tadi lawyernya bawa surat sakit,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram,Senin (14/07/2014).

Namun Wahyu, tidak menjelaskan secara detail, sudah berapa kali ia dipanggil dan tidak hadir untuk memberikan keterangan.

Wahyu menjelaskan, bersangkutan kini tengah dirawat di salah satu rumah sakit berada di Jakarta. “Beliau dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluya. Lokasinya di Jakarta. Tadi cuma sekilas saya lihat (surat sakitnya),” katanya..

Wahyu mengaku akan mengecek kebenaran alasan tersangka. Ia pun mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk pergi ke Jakarta guna memastikan kebenaran surat sakit dibuat oleh pengacara Amran Lubis. “Penyidik sedang cek ke rumah sakit tersebut. Apa benar surat tersebut dikeluarkan oleh rumah sakit tertera itu,” katanya singkat.

Ketika disinggung ulang soal penyakit Amran, Wahyu kembali mengaku kurang begitu mengetahui apa penyakit diderita orang nomor satu di RSUD Pirngadi Medan itu. “Tanya penyidiknya saja ya,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Amran Lubis ditetapkan sebagai tersangka bersama ketiga rekannya kini telah ditahan masing-masing KA, S dan AP. Amran diduga terlibat korupsi dengan cara melakukan ‘mark up’ harga alkes dimaksud dan mengubah beberapa dokumen penting yang berkaitan dengan pelelangan barang.(Btk/Net)
foto :ilustrasi/net/

News Feed