oleh

Manager Kebun PTPN II Perintahkan Serang Warga

OKEBUNG|
Terjadinya bentrok antara karyawan PTPN II dengan petani di lahan sengketa Eks Hak Guna Usaha PTPN II yang berada di Pasar V Tandem, kemarin merupakan perintah manager kebun. Sang manager memerintahkan anggotanya untuk menyerang warga.

Terkait hal tersebut,Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan Polres Binjai telah memeriksa lima orang karyawan kebun serta manager kebun PTPN II yang memberi perintah pada karyawannya.

Selain itu, polisi juga memeriksa lima orang petani dan juga koordinator massa bernama Edi Waluyo.

“Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui, manager kebun yang memerintahkan karyawannya melakukan okupasi,” kata Helfi, Selasa (06/01/2015).

Dari lokasi, lanjutnya, petugas mengamankan 15 senjata tajam dari kedua belah pihak dan belum menetapkan tersangka dari 11 orang yang diperiksa.”Kita masih memeriksa para saksi,” katanya.

Menurutnya, saat ini kondisi lapangan sudah kondusif dan dijaga oleh 12 personil kepolisian.

Helfi mengatakan, penyidik akan mempersangkakan pasal 351 dan pasal 170 KUHP, yakni melakukan pengeroyokan atau pengerusakan terhadap barang kepada karyawan PTPN2.

Sementara itu, kepada para petani akan dipersangkakan dengan Perpu 51 tahun 1960 yakni tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau yang memberi kuasa.

Menurut Helfi, pasca bentrokan tersebut, karyawan PTPN2 sudah dikumpulkan untuk diberi arahan oleh Kapolres Binjai di kantor PTPN2 Tandem Hulu.

Dalam arahan itu, Kapolres juga minta agar para karyawan menahan diri dan jangan mau diadu dengan masyarakat. Kemudian, pihak Polres juga mendata para karyawan untuk memastikan identitasnya.

Terpisah,Kapolres Binjai, AKBP Marcelino Sampaoew Sik,SH,MT mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap karyawan PTPN2 dan petani.

Termasuk juga sudah dilakukan penyitaan beberapa senjata tajam dan pentungan sebagai barang bukti.(El)

Foto:dok/

News Feed