oleh

Malam Ini Gerhana Bulan Total Dapat Dilihat Warga Mulai Pukul 18.45 WIB

OKEBUNG|
Gerhana Bulan total yang terjadi s dalam jangka waktu sekira enam bulan dan telah dimulai dari tahun lalu. Sementara itu Gerhana Bulan total yang terjadi pada 4 April ini merupakan bagian ketiga dari Lunar Tetrad.

Lunar Tetrad sendiri merupakan sesuatu yang langka di beberapa abad ini dan Lunar Tetrad berikutnya pada abad ke-21 akan dimulai pada 25 April 2032.

*Terjadi Berbeda Waktu*

Bagi warga yang tinggal di Amerika Utara, Gerhana akan berlangsung sebelum Matahari terbit, sedangkan bagi warga yang tinggal di Australia dan Selandia Baru, Gerhana baru akan berlangsung setelah Matahari terbenam.

 
*Disebut sebagai Bulan Darah*

Beberapa tahun terakhir, Bulan Darah digunakan sebagai istilah yang merujuk pada Gerhana Bulan total. Namun di sisi lain, Bulan Darah bukanlah istilah ilmiah yang digunakan oleh para astronom. Kemungkinan istilah tersebut diambil berdasarkan warna merah yang terjadi saat Bulan mengalami Gerhana Bulan total.

*Tidak Butuh Alat untuk Melihat*

Untuk menikmati Gerhana Bulan tidak diperlukan pelindung khusus mata seperti saat menikmati Gerhana Matahari karena Gerhana Bulan dapat dinikmati dengan mata telanjang.

Fenomena astronomi langka yakni Gerhana Bulan total akan terjadi pada hari ini, 4 April 2015. Salah satu negara yang dapat menyaksikan fenomena langka tersebut adalah Indonesia.

Dikutip dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (04/04/2015), Gerhana Bulan total terbagi menjadi beberapa Fase disebut ‘Gerhana mulai, Gerhana Sebagian mulai, Gerhana Total mulai, Puncak Gerhana, Gerhana Total Berakhir, Gerhana Sebagian Berakhir, Gerhana Berakhir’.

Gerhana Bulan total akan dimulai pada pukul 18.54 WIB hingga puncak Gerhana tersebut akan terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Fase dari Gerhana Bulan total hingga Gerhana total tersebut berakhir akan berlangsung selama 12,2 menit. Sementara itu, laporan BMKG juga menyebutkan bahwa seluruh proses Gerhana Bulan total dapat diamati dari Wilayah Papua bagian Timur.

Hal ini mengingat Bulan sudah terbit sebelum fase Gerhana mulai terjadi. Adapun wilayah Papua bagian Barat, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sebagian Kalimantan bagian Timur akan mendapati Bulan dalam fase Gerhana Penumbra saat Bulan terbit.

Sedangkan Kalimantan Timur bagian Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Jawa, dan Sumatera akan mengamati Bulan dalam fase Gerhana sebagian saat Bulan terbit.

Sebagai tambahan Informasi, Gerhana Bulan merupakan peristiwa cahaya Matahari terhalang oleh Bumi sehingga tidak semua cahaya sampai ke Bulan. Peristiwa tersebut diakibatkan dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan.
[okz]

Foto |dok.net\

  • News Feed