oleh

Mabuk,Aniaya Cewek dan Obral Pelor, Aiptu Kodradin Dilaporkan

OKEBUNG|
Aiptu Kodradin Lubis,salah seorang personil Ditresnarkoba Poldasu dilaporkan ke Poldasu karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita.Tak hanya’menganiaya’ saja,oknum polisi tersebut juga obral pelurunya guna menakuti korbannya.

Atas sikap aroganya, Aiptu Kodradin Lubis dilaporkan ke Polda Sumut oleh korbanya Heni Yustina Sitorus (33) dan adiknya Haryanto H Sitorus (30) warga Jalan Turi Ujung Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan, yang ditandai dengan nomor Surat Tanda Terima Lapor Polisi (STTLP) berdasarkan Laporan Polisi Nomor :LP / 107/1/2015/SPKT “III”, tanggal 28 Januari 2015.

Heni Yusnita Sitorus saat ditemui wartawan mengaku sangat trauma setelah kejadian yang menimpanya. Menurutnya perlakuan Aiptu Kodradin Lubis pada dirinya dan adiknya tidak mencerminkan seorang polisi sebagai pengayom masyarakat.

“Kejam kali dia bang ditendangnya saya lalu ditamparnya dan pas saya lari saya dikejar – kejar pakai pistol dan dua kali dia meletuskan tembakan pada saya, untung saya langsung gandul becak untuk lari kalau tidak bisa mati saya,” ucapnya usai menjalani pemeriksaan sebagai korban.

Dijelaskannya, peristiwa itu berawal saat dirinya hendak menagih hutang pada Eka di warung kopi bang Parlin di Jalan Stadion Teladan Medan pada, Selasa (27/01/2015) sekira pukul 19.30 WIB.

Saat itu,Eka bersikeras tidak mau membayar hutangnya sebanyak 10 juta, pertengkaran mulutpun terjadi pada keduanya. Tak lama, Aiptu Kodradin Lubis datang dan lalu memaki korban (Heni) tak terima dimaki, Heni lalu mejawab makian Aiptu Kodradin.

Mendengar jawaban Heni, Kodradin makin mendidih lalu menendang pinggang Hani sehingga Hani tersungkur.Tak puas menendang korbannya,Aiptu arogan ini pun menampar Hani.

“Dia (Kodradin) keluar dari warung tuak sekitar 10 meter dari tempat kami bertengkar dengan Eka, kondisi dia lagi keadan mabuk .Lalu saya dikatakan lonte, siapa yang ngak marah saya jawablah dia lalu saya ditendang dan ditamparnya. Yah adik saya Haryanto melihat itu jelas membela saya. Lalu Kodradin itu malah memukul adik saya dan menyuruh belasan preman memukulinya hingga babak belur, semua itu ada saksinya yakni anak saya dan pacar adik saya,” pungkasnya.

Sementara Haryanto H Sitorus mengaku setelah mendapat pengeroyokan oleh preman suruhan Aiptu Kodradin dirinya juga mendapatkan perlakuan kasar. Haryanto diseret oleh Aiptu Kodradin dari lokasi kejadian sampai kekantor polisi.

“Kejam bang macam perampok aku dibuat polisi itu diseret sampai di polsek. Sepanjang jalan aku dipukuli dengan pistol yang masih digenggamnya. Padahal saya tidak berbuat apa – apa, cuma nanya kenapa kakak ku dipukuli, dan cuma satu jam di polsek karena tidak ada unsur mereka menahan lalu saya dilepas,” aku Haryanto.

Disisi lain, Aiptu Kodratin Lubis saat dikonfirmasi awak media ini mengaku, tidak ada melakukan penganiayaan pada Hani dan letuskan tembakan terpaksa dia lakukan lantaran Haryanto berniat melukai Aiptu Kodradin dengan pisau.

“Tidak ada saya menganiaya. Saya datang hanya mau melerai pertengkaran si Hani dengan wanita lain. Lalu si Hani malah melempar saya dengan selop dan lalu adiknya itu menyerang saya pakai pisau, makanya saya peringatkan dengan tembakan,” jelasnya dari seberang telepon.

Terpisah menanggapi kasus ini, Kasubbid Penmas Poldasu Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan saat ditemui wartawan diruangannya,Kamis (12/02/2015) mengatakan setiap oknum polisi yang bertindak arogan bisa diberi sanksi. Untuk itu dirinya menganjurkan agar korban segera membuat laporan ke Propam Poldasu

“Laporkan saja, kalau bukti – buktinya lengkap. Itu sudah anarkis apalagi melakukan peletusan tembakan yang tak jelas,” tegasnya.(El)

Foto |ilustrasi\

News Feed