oleh

Mabes TNI AD Buka Penerimaan Calon Taruna/Taruni Akademi TA 2015

OKEBUNG|
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI-AD) memberikan kesempatan kepada para pemuda Indonesia untuk menjadi perwira TNI melalui Akademi TNI TA. 2015. Jum’at (20/03/2015).

 
Bagi yang berminat menjadi Prajurit TNI AD dapat mendaftarkan diri, Pendaftaran dimulai pada tanggal 15 Maret s.d 8 Mei 2015 (pada hari kerja). Pendaftaran dilakukan secara online melalui website penerimaan prajurit TNI di alamat rekrutmen-tni.mil.id  kemudian calon datang sendiri ketempat pendaftaran : Ajendam I/BB Medan, Ajenrem 022/PT Pematang Siantar dan Ajenrem 023/KS Sibolga. dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan fotokopy masing – masing 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir anrata lain : Print Out pendaftaran online. Ijazah SD, SMP, SMA dan SKHU, bagi mereka yang masih duduk dikelas III SMA agar melampirkan raport kelas I s.d III semester I serta membawa surat keterangan dari sekolah bahwa calon adalah siswa kelas III yang terdaftar sebagai peserta UAN (Ujian Akhir Nasional). KTP Calon dan KTP orang tua /wali, Kartu Keluarga(KK) orang tua/wali, Akta Kelahiran. Pasfoto 4X6 cm sebanyak 2 lembar.

Persyaratan Umum yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh para calon pendaftar adalah : Warga Negara Republik Indonesia. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan  pendidikan 1 Agustus 2015.Sehat jasmani dan rohani.

Tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia. Persyaratan lain adalah,Pria/Wanita bukan mantan anggota/manatan prajurit TNI/Polri dan PNS.

Berijazah SMA/MA program IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), SMK lulusan Tahun 2015 program studi keahlian ( T .Mesin, T. Perkapalan, T.Penerbangan dan T. Elektro) untuk pria dan untuk wanita, dengan ketentuan nilai UAN sebagai berikut : Lulusan SMA/MA tahun 2010, adalah nilai akhir rata-rata IPA minimal 6,5 dan diperbolehkan hanya 1 MP nilai di bawah 6 dengan batas bawah 5,4 di dalam kolom UN,

Lulusan SMA/MA tahun 2011, adalah nilai akhir rata-rata IPA minimal 7 dan tidak ada nilai MP di bawah 6 di dalam kolom nilai akhir, Lulusan SMA/MA tahun 2012, adalah nilai akhir rata-rata IPA minimal 7,25 dan tidak ada nilai MP di bawah 6 di dalam kolom nilai akhir, Lulusan SMA/MA tahun 2013, adalah nilai akhir rata-rata IPA minimal 6,87, 

Lulusan SMA/MA tahun 2014, adalah nilai akhir rata-rata IPA minimal 6,25 dan  Lulusan SMA/MA tahun 2015 akan ditentukan kemudian. Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama.

Memiliki tinggi badan sekurang -kurangnya 165 cm untuk  pria dan 160 cm untuk wanita serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.

Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persyaratan tambahan : Harus ada surat persetujuan orang tua/wali dan orang tua/wali selama proses penerimaan prajurit TNI tidak melakukan Intervensi terhadap panitia penerimaan dalam bentuk apapun.

Contoh surat persetujuan orang tua/wali seperti pada contoh No.4. Bagi yang memperoleh ijazah dari Negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kembuddikdasmen atau Kemenristek dan Dikti, 

Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat. Bagi yang sudah bekerja harus melampirkan surat Persetujuan/izin dari Kepala Dinas/ Jawatan/Instansi yang bersangkutan.Bersedia diberhentikan dari status pegawai bila diterima menjadi Taruna/Taruni Akademi TNI .

Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung. Apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma (Pendidikan Pertama),jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama. Contoh blanko kesanggupan tidak melakukan penyuapan/KKN seperti pada contoh No.5.[Rel\Pendam]
 
           

News Feed