oleh

Lokasi Penipuan Online Jual HP di Gerebek Unit Cyber Crime Poldasu di Griya Riatur

MEDAN-OKB|
Belasan tas koper dan tuperwer, diamankan petugas Unit Cyber Crime Poldasu saat menggeledah rumah mewah di Jalan Teuku Amir Hamzah, Medan Helvetia, tepatnya di Griya Dome, Sabtu (19/07/2014)sekira pukul 08.00 WIB pagi.Penggeledahan tersebut dilakukan, terkait pengembangan judi online internasional.

Alhasil, penggeledahan yang dilakukan selama empat jam tersebut, berhasil mengamankan belasan tas koper dan kotak tuperware besar serta lemari plastik dari dalam rumah mewah bercat coklat dan berpagar coklat ini. Kemudian, barang bukti tersebut dibawa menggunakan mobil pick up dan digiring ke Poldasu.

Menurut keterangan warga sekitar, Idris (25) membenarkan, kalau dirumah tersebut sering keluar masuk mobil dimalam hari.

“Kalau dirumah itu seringlah tiap malam keluar masuk mobil kayak innova, dan kalau pagi itu pasti ada keluar Inova hitam,” jelasnya

Sementara itu, menurut Husein selaku Kepala Lingkungan mengatakan, tidak mengetahui pasti pemilik rumah tersebut.
“Barang buktinya saya tidak tau apa aja yang diamankan, karena sesampainya disana udah di masukkan ke dalam kotak dan koper,” terangnya.

Akibat penggeledahan tersebut membuat jalanan menjadi macet akibat pengendara dan warga sekitar mengerumuni lokasi.

Terpisah Kanit Cyber Crime Poldasu, Kompol Ikhwan saat ditanyai mengatakan rumah itu bukanlah lokasi perjudian online.
“Itu bukan gerebek perjudian online. Sebenarnya kita menggerebek lokasi penipuan online jual beli handphone,” katanya.

Ia mengatakan, ini merupakan kasus pengembangan sebelumnya. Namun, Ikhwan tidak menjabarkan kasusnya secara detail.
“Rumah itu digunakan sebagai lokasi penipuan online. Lalu tadi kita geledah. Saat kita geledah, pemiliknya tidak ada di tempat,” tambahnya.

Ia mengatakan, tersangka dalam kasus ini adalah warga keturunan Tionghoa.
“Korban dan pelaku sama-sama warga keturunan Tionghoa. Sebenarnya kita pun dari Cyber Crime hanya memback up Mabes Polri saja,” ujarnya.

Disinggung lebih lanjut soal kasus ini, Ikhwan mengaku masih mendalaminya. Ia membantah soal rumor yang menyebutkan ada petugas Interpol turun ke lapangan.
“Ahh, enggak ada kok. Hanya petugas kita saja,” pungkasnya. (Ad)

News Feed