oleh

Lepaskan Pelaku Cabul,Polsek Percut Diduga Terima ‘Segepok Uang’

PERCUT-OKB|
Benar-benar enak sekali jika kita berurusan masalah hukum di Mapolsek Percut Seituan.Pasalnya,sudah jelas seseorang itu terbukti melakukan tindak pidana melanggar hukum bisa dilepaskan
dari sel Mapolsek Percut Seituan.Ironisnya jika ketahuan wartawan tentu jawaban seorang pimpinannya ‘sudah damai antara pelaku dan korbandan tidak ada yang keberatan lagi atau korban tidak jadi melapor’.

Seperti yang terjadi di Mapolsek Percut Seituan,seorang bocah wanita sebut saja Melati (11)warga Pasar III,Simpang Jagung, Desa Sampali,Kec Percut Sei Tuan,Kab Deliserdang,Provinsi Sumatera Utara yang telah menjadi korban dari kebejatan tersangka Geno (52) warga Jalan Cemara pada Rabu (09/07/2014) malam lalu diserahkan ke Mapolsek Percut Seituan oleh keluarga korban lantaran kasus pencabulan anak Kelas VI SD.

Namun,dua malam ditahan di jeruji sel Mapolsek Percut Seituan,akhirnya pada Jumat (11/07/2014) siang,tersangka Geno telah bebas dan mondar-mandir di Polsek Percut Sei Tuan dengan memakai baju kemeja warna hitam serta celana hitam.

Diketahui bahwa Geno yang memiliki tiga cucu itu diamuk massa karena mencabuli Melati didalam warnet dalam keadaan kondisi mabuk tuak.Geno yang bekerja sebagai supir itu menggerayangi buah dada Melati hingga mengisap kedua ‘pentil’ gunung kembar korban.

Akibat perbuatannya,Melati pun menceritakan kepada kedua orangtuanya dan akhirnya orangtua Melati mendatangi pelaku.Selanjutnya pelaku mengakui didepan kedua orangtua Melati dan warga atas perbuatannya telah menggerayangi buah dada Melati.

Atas pengakuan itu lantas massa emosi dan langsung menghajarnya hingga ujungnya Geno diboyong ke Mapolsek Percut Seituan.

Ketika awak media okebung.com bertanya kepada tersangka mengapa bisa bebas dan apakah sudah ada upaya perdamaian antara pihak keluarga Geno dan pihak korban, pria paruh baya itu mengaku tidak tau sama sekali.

“Saya tidak tau apakah sudah ada pertemuan antara saya dan pihak korban. Saat itu saya di suruh menandatangani secarik kertas, dan langsung saya tandatangan. Untuk biaya perdamaian, saya sama sekali tidak tau berapa biayanya. Saya datang ke kantor polisi ini untuk mengambil HP, SIM dan KTP milik saya. Tadi malam saya dibebaskan,” akunya dengan wajah yang masih lebam-lebam akibat diamuk massa.

Saat dikonfirmasi okebung.com terkait dilepaskannya pelaku cabul terhadap Melati (11)siswi Kelas VI SD itu kepada
Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan,AKP Zulkifli Harahap mengatakan jika orang tua korban tidak jadi mengadu.”Orang tua korban tidak jadi mengadu,” kata AKP Zulkifli Harahap lewat pesan singkat selularnya.

Selanjutnya, saat disinggung kembali AKP Zulkifli Harahap mengatakan dengan alasan, unit PPA akan melakukan Konseling antara pelaku dengan pihak orangtua menimbang korban masih kanak-kanak.Dan setelah Konseling jika mereka ada perdamaian secara mufakat,.ya bisa saja dilepas..apa dasar dilakukan penahanan.Kita sebagai polisi hanya mengamankan di kantor 1 X 24 jam dalam rangka untuk proses pemeriksaan.Kalo sudah damai dan cabut perkara,pelaku dapat dilepaskan,” ucap AKP Zulkifli.(Ade)

News Feed