oleh

Lebaran, Pengunjung Danau Toba Ramai, Parkir Pun Mencekik Leher

PARAPAT-OKB|

Disaat lebaran Hari Raya Idul Fitri lokasi tempat wisata selalu dipadati pengunjungnya.Tak terkecuali Danau Toba di Parapat Kabupaten Simalungun.Lokasi wisata yang menjadi kebanggaan orang Sumut itu setiap tahunnya selalu dipadati pengunjung,baik dari dalam kota maupun luar kota hingga mancanegara.Namun,disaat itu pula ada oknum-oknum yang memanfaatkan suasana dengan melakukan pungli terhadap pengunjung dengan mengatasnamakan biaya parker.

Akibatnya,para pengunjung banyak yang kesal dan resah dengan biaya parker mencekik leher.Hal ini terkuak seteah tim redaksi okebung.com mengunjungi Danau Toba pada Jumat (01/08/2014).

Menurut keterangan dan pantauan wartawan saat berada dilokasi kawasan Danau Toba, setiap pengunjung dengan menggunakan kendaraan mobil dan sepeda motor dikenakan harga retribusi 1 unit kendaraan roda empat dikenakan tarif biaya parkir sebesar Rp 20 ribu, sedangkan roda dua dikenakan tarif Rp 10 ribu tanpa adanya karcis parkir.

danautoba 1
Menurut salah satu pengunjung wisata Danau Toba yang menggunakan mobil Avanza hitam saat hendak beranjak dari lokasi parkir tepat di tempat pantai sekitarnya (OPS) merasa sangat terkejut dengan harga parkir saat dimintai salah satu pria dengan logat batak kentalnya tanpa mengenakan atribut parkir bahkan tanpa adanya karcis parkir. Perdebatanpun tidak terelakan.

“Ko mahal kali bang harga biaya parkirnya. Mana karcis parkirnya kalau begitu. Massa kenapa mahal sekali biaya parkirnya. Sudah biasanya kita kemari dan tadi pas kita masuk kemari juga dikenakan biaya Rp 20 ribu dan sekarang dikutip juga harga parkirnya sampaii segitu tingginya,” ujar pria pengemudi mobil Avanza hitam warga asal kota Medan dengan kesalnya.

danau toba

Sedangkan warga yang meminta uang retribusi parkir itu dengan bahasa logat kental bataknya mengatakan, “iya kalau tidak bisa bayar Rp 20 rb, sudah bayar saja laek Rp 15 rb. Sudah semua di lokasi sini setiap kendaraan dikenakan biaya seperti itu laek,” ucapnya yang langsung beranjak pergii sembari mengoceh usai menerima uang parkir sebesar Rp 15 rb dari harga parkir semula yang ditagihnya sebesar Rp 20 ribu.

Menurut pendapat salah satu warga pengunjung asal Pekanbaru akan hal tersebut, dihadapan wartawan okebung.com mengatakan, “janganlah karena tempat lokasi wisata Danau Toba ini dimana seenak-enak nya membuat harga retribusi parkir yang mahal. Hal ini haruslah menjadi perhatian pihak pemerintah mengenai biaya perparkiran yang menjulang tinggi di tempat lokasi wisata Danau Toba ini. Kalau umpamanya adanya kendaraan milik warga pengunjung hilang atau lain-lainnya maka siapaa yang akan bertanggung jawab. Sementara para perparkiran ini sepertinya tidak resmi karena kita perhatikan tidak adanya yang mengenakan atribut perparkiran serta karcis parkir yang ada,” kata pak Lubis mengenakan mobil Rush hitam.

Disamping itu pihak petugas Satlantas berada di lokasi untuk mengamankan kemacetan ramainya pengunjung. Bahkan petugas Pol Airud turut serta melakukan pengamanan di dalam air danau toba. (ADE)
Foto:Danau Toba/Net/

News Feed