oleh

LBH :Tindakan Hukum terhadap Korban Narkoba Patut Dipertanyakan

OKEBUNG|
Pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Ichsan Zikrie, mengkritisi UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terlebih korban

dan penyalahgunaan saat ini masih dijatuhi pidana penjara.

Seperti Pasal 111 dan 112 misalnya, menjadi dasar hukum bagi para aparat untuk mempidanakan para korban barang haram tersebut. Meski terdapat pasal 127 untuk menjatuhkan hukuman rehabilitasi, tetapi jarang digunakan oleh para penyidik.

“Paradigma memasukkan pengguna narkoba ke penjara adalah paradigma yang tidak tepat,seharusnya mereka direhabilitasi,”jelas Ichsan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/05/2015)sebagaimana dilansir okezone.com.

Kata dia,penerapan pasal 111 dan 112, harus ditujukan terhadap orang yang menguasai narkoba. Seperti diketahui, pasal 111 tertulis, orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Selanjutnya, ayat (2) pasal 111 menyebut, dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Sementara dalam ayat (1) pasal 112, disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Kemudian, ayat (2) pasal 112 mengatakan jika dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Sedangkan pasal 127 tertulis bahwa setiap penyalahguna narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Kemudian, pengguna narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun. Terakhir, pengguna narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. Jika penyalahguna narkoba terbukti hanya menjadi korban, maka individu terkait wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sesuai isi dari undang-undang tersebut. “Kan sudah jelas, kenapa pakai 111 dan 113 untuk korban,”bebernya.
(okz\admin)

Foto|Ilustrasi\

News Feed