oleh

Laksdya TNI Didit Herdiawan Jalani Sidang Promosi Program Doktor IPB

 

OKEBUNG|
Promovendus Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., menjalani Sidang Promosi untuk menyelesaikan Program Doktor Manajemen Bisnis Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB, Dramaga, Bogor, Rabu (06/05/2015).

 

Promovendus memulai Program Doktor di Sekolah Pascasarjana IPB  pada 10 April  2010 dan mengajukan disertasi dengan judul “Industri Maritim dan Peranannya Terhadap Distribusi Pangan di wilayah terpencil dalam rangka Memperkokoh Ketahanan Pangan Nasional”, dibawah supervisi Komisi Pembimbing yang terdiri dari Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc (Ketua), Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, MEc dan Dr. Ir. Harianto, MS, disertasi tersebut dapat diselesaikan pada Februari 2015. 

Bertindak sebagai penguji luar Komisi, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji DEA (Gubernur Lemhannas RI) dan Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, M.S. (Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan).

 

Ketertarikan Promovendus Laksdya (Laksamana Madya) TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. terkait Ketahanan Pangan Nasional sebagai obyek penelitian, dilandasi oleh kepedulian Pati (Perwira Tinggi) berbintang tiga ini terhadap kondisi yang terjadi di Indonesia, dimana terdapat wilayah yang surplus pangan, sementara masih banyak daerah lain yang kekurangan pangan.

 

Atas dasar itulah, mulai Juli hingga September 2014, Promovendus mulai melakukan penelitian dan pengumpulan data terkait berbagai isu seputar Industri Maritim di Jakarta, Surabaya, Batam, Makassar, serta beberapa daerah di wilayah Timur.

Untuk melengkapi hasil penelitian, Promovendus juga melakukan penelitian melalui penyebaran kuesioner kepada para pemangku kepentingan (sebagai responden penelitian) seperti : Perusahaan Pelayaran, PT. Pelindo, Maritime Manufacture, Pemerintah Daerah, Anggota DPRD, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perusahaan Perikanan, Badan Urursan Logistik (BULOG) dan pakar lainnya.

 
Berdasarkan fakta, adanya ketimpangan kondisi ketahanan pangan yang terjadi di daerah dan pemetaan daerah kerawanan pangan tinggi hasil dari World Food Programme berupa Food Insecurity Atlas (FIA) pada tahun 2005 dan 2009 serta updating terakhir pada tahun 2010, ditemukan bahwa sebagian besar daerah yang mempunyai tingkat kerawanan pangan tinggi adalah wilayah timur Indonesia dan kepulauan-kepulauan terpencil.

 
Kenyataan ini yang mendasari pemikiran Laksdya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. untuk menganalisis model pengaruh dari Industri Maritim dan keterkaitannya pada distribusi pangan terhadap sistem ketahanan pangan nasional.

 Dengan menggunakan model Structural Equation Model (SEM). Model perspektif Sistem Ketahanan Pangan Nasional yang memiliki tidak hanya dimensi ketersediaan (availability), tetapi juga aksesabilitas (accesability/affordability), kualitas dan keamanan pangan (quality and safety, atau sering juga digunakan utility).

 
Dari penelitian dan analisis data yang dikumpulkan maupun hasil survey terhadap para responden sebanyak 248 orang serta pengujian validitas maupun pengujian reliabilitas yang mengacu pada Model Konseptual  Sistem Ketahanan Pangan Nasional yang dibagi dalam studi ini, disimpulkan bahwa industri maritim mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sistem ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi pangan.

 
Hal tersebut ditunjukkan dengan memperhatikan keterpengaruhan Industri Maritim terhadap Distribusi Pangan dan Ketahanan Pangan serta keterpengaruhan Industri Maritim dan Distribusi Pangan terhadap National Food Security (NFS). Penelitian yang dilakukan juga menghasilkan temuan-temuan implikasi manajerial yang perlu ditindaklanjuti agar berdampak positif terhadap sistem ketahanan pangan nasional secara sistemik.

 
Dalam kesimpulan akhirnya, Promovendus menyatakan lima point penting, yaitu : (1) Industri Maritim mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan pangan nasional; (2) Model Penelitian menunjukkan bahwa sistem distribusi pangan di daerah terpencil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sistem ketahanan pangan nasional; (3) Industri Maritim mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sistem distribusi pangan di daerah terpencil; (4) Industri Maritim berpengaruh terhadap sistem ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi pangan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai loading factor pengaruh langsung Industri Maritim terhadap sistem ketahanan pangan nasional yang lebih kecil dari nilai loading factor Industri Maritim terhadap sistem ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi pangan; dan (5) Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional yang melibatkan industri maritim.

 

Bagi para peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian terhadap sistem ketahanan pangan nasional, Promovendus menyarankan bahwa hasil temuan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian lanjutan dengan lebih memfokuskan pada program sistem logistik nasional dan program MP3EI.

Sedangkan kepada otoritas pengambil kebijakan, Promovendus berharap agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan strategi dan upaya dalam rangka meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional yang lebih efisien dan tepat sasaran, sekaligus penjabaran program Pemerintah dengan poros maritimnya.

 

Promovendus Laksdya TNI Didit Herdiawan, M.P.A, M.B.A. yang dilahirkan di Surabaya 53 tahun silam, merupakan putra kedua pasangan Laksamana Pertama TNI (Purn) Drs. A.M. Ashaf Abdullah, M.B.A. dan Ibu R.A. Noekmijati. Pria berperawakan tinggi besar namun murah senyum ini menikah dengan Widyastuti, S.E., telah dikarunia tiga orang putri: Herdianti Merilla Putri, S.E., Hastuti Viana Putri, dan Herdini Apprillia Putri.

 

Alumnus Akademi Angkatan Laut  (AAL) Angkatan 29 tahun 1984 ini dalam perjalanan kariernya telah melalui berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Spesialis Perwira, Pendidikan Lanjutan Perwira, Joint Service Command and Staff College UK and King College London University, dan Sekolah Staf dan Komando TNI.

 
Penyandang gelar Magister Master of Public Administration (M.P.A.) dan Master of Business Administration (M.B.A.) ini juga merupakan lulusan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII Lemhannas RI tahun 2011.

 
Berbagai jabatan strategis yang pernah diemban oleh Laksdya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. antara lain: ADC Presiden RI ke-enam, Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat, Kepala Staf Koarmabar, Panglima Komando Lintas Laut Militer, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut. Saat ini suami dari Widyastuti, S.E. ini menjabat Wakil Gubernur Lemhannas RI sejak Maret 2015.

 
Atas berbagai jasa dan prestasi di kedinasan, Laksdya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. telah mengantongi beberapa bintang dan tanda jasa, antara lain: Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Seroja, Satya Lancana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV Tahun, Satya Lencana Dwidja Sistha, Satya Lencana Dwidja Sistha I dan II, Satya Lencana Bhakti Sosial, Satya Lencana Wira Karya, Satya Lencana Wira Siaga, Satya Lencana Wira Dharma (Perbatasan), Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Wira Karya (Somalia), Satya Lencana Dharma Nusa, Satya Lencana Dharma Nusa II, dan Satya Lencana Kesetiaan Melati. Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, M.P.A, M.B.A. juga telah memperoleh  penghargaan dari Luar Negeri, yakni: RTA Honorary Parachutist Badge Thailand, US Navy Seal, dan Honorary PWO Course Australia.]rel]

 

News Feed