oleh

Lagi,Wanita Asal Garut Disiksa dan Tak Digaji 6 Tahun Oleh Majikan

OKEBUNG|
Peristiwa tragis penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) kembali terjadi di Medan. Sebelumnya,kasus dugaan penyiksaan terhadap PRT yang dilakukan Syamsul Cs sempat menghebohkan seantero dunia.

Kali ini, Sri Muliati (19) gadis asal Kampung Pabrik, Kerawang Biru,Kab Garut, Prov Jawa Barat, juga menjadi korban penyiksaan dan tak digaji selama 6 tahun oleh majikannya.Akibatnya,kasus tersebut pun  menjadi sorotan publik dan menjadi pekerjaan rumah pihak polisi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dilokasi, Selasa (03/03/2015) sore, tampak suasana menghebohkan sebagian warga Perumahan Grand Polonia Blok H6,saat rombongan dari pihak Poldasu yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Poldasu, AKBP Juliana Situmorang. 

Tak hanya anggota kepolisian, Aidal selaku Camat Medan Polonia, pun turut serta mendatangi rumah Handoko yang terletak di Komplek Perumahan Grand Polonia Blok H6 itu.

Namun, rumah mewah yang didepannya terparkir mobil Toyota Kijang Krista BK 668 WH warna hijau, sepeda motor Honda Supra X BK 5465 NI warna hitam, serta 1 unit sepeda motor Honda Supra Fit BK 2479 HD warna hitam, tak juga seorang pun yang keluar dari dalam rumah milik Handoko itu. 

Ketika turun dari mobil Mitsubishi Maven BK 25 HI warna silver, tampak Sri turun dengan senyuman manisnya dan mengenakan jilbab orange didampingi Kasubdit Renakta Ditreskrimum.

Serasa tak kenal, beberapa orang yang sempat coba dihubungi langsung oleh Sri melalui telepon yang ada di depan rumah mencoba menerima dan menjawab panggilan oleh Sri.

“Maria, Maria, ini aku Sri. Bapak dan ibu kemana?,” ucap Sri melalui telepon disaksikan oleh seluruh rombongannya dan juga wartawan. 

Namun, dengan lantang terdengar jawaban yang aneh dari dalam rumah tersebut.

“Siapa ya? Nyari siapa? Situ siapa? Sri mana?,” tanya beberapa orang yang terdengar oleh Sri seperti suara temannya Maria.

Meski pun sudah berulang kali usaha yang dilakukan oleh Sri untuk memanggil kedua temannya yang masih berada didalam yang diketahui bernama Maria dan Rina, tak juga membuahkan hasil lantaran tak seorang pun dari rumah mewah tersebut yang keluar. Selama 30 menit pihak kepolisian Poldasu menunggu, namun tak seorang pun yang keluar dari rumah tersebut untuk memberikan keterangan terkait aksi penyiksaan dan tak diberikan gaji selama 6 tahun terhadap Sri, Maria dan juga Rina oleh majikannya Handoka dan juga Fatimah.

Keterangan beberapa warga pribumi sekitar lokasi yang tak ingin menyebutkan identitasnya mengakui kekejaman Handoko dan sekeluarga, mirip seperti kasus Syamsul sekeluarga yang melakukan penyiksaan terhadap PRT asal pulau Jawa. 

Dijelaskan, bahwa Handoko terkenal sebagai majikan yang kejam, terlihat saat di malam hari Sri dan beberapa temannya yang juga berprofesi sebagai PRT di rumah itu, kerap mendapatkan siksaan dari sang majikan.

“Memang kejam kali mereka itu bang, setiap malam terdengar suara jerit dan tangisan dari mereka dari luar bang. Di tendang dan dipukuli bang sama Handoko sekeluarga. Gak tau pasti sih bang, karena gak keliatan langsung dari luar. Abang tengok sendiri lah, rumahnya besar kali,” beber warga 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa  pada tahun 2009 lalu Sri dijanjikan oleh tetangganya untuk menjadi artis dangdut, pihak kepolisian mebantah hal tersebut. 

Dikatakannya, bahwa Sri bukan dijanjikan sebagai artis dangdut melainkan di janjikan kerja di pabrik dan tidak ada aksi penyiksaan terhadap Sri.

“Kami membantah adanya iming – iming dijadikan artis dangdut dari pemberitaan sebelumnya diimedia. Sri sendiri memang dijanjikan untuk kerja di pabrik, tidak ada di siksa dan juga tidak ada tindakan pelecehan seksual terhadapnya,” ujar perwira pangkat melati dua ini.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi yang merupakan ayahnya sendiri. Sementara pihaknya akan tetap mencari Handoko untuk meminta keterangannya terkait pengakuan Sri yang tak digaji selama 6 tahun. 

Sementara Sri, ketika di wawancarai tak berkomentar banyak melainkan hanya melemparkan senyuman manis nya di hadapan awak media.

“Kami tau apa yang akan kami lakukan ke depan terkait kasus ini. Untuk sementara kita memeriksa orangtua Sri terkait kasus ini, dan kita akan tetap berusaha untuk menemui Handoko untuk meminta keterangan dan kebenaran terkait kasus yang dialami oleh Sri yang mengarah ke trafficking,” beber Juliana sambil berlalu dan pergi bersama rombongannya.()

Foto|ist\

News Feed