oleh

Lagi Nunggu Pelanggan, 14 Wanita PSK Terjaring

OKEBUNG|
14 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dan seorang manusia gerobak, terjaring razia yang dilakukan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2014) dini hari. Razia tersebut diduga bocor lantaran beberapa kawasan yang biasanya menjadi tempat mangkal WTS terlihat sepi.

Dalam razia itu, aksi kejar terjadi saat petugas satpol PP dan sudin sosial berupaya menjaring pekerja malam tersebut. Namun langkah para PSK kalah sigap dengan petugas dan membuat mereka harus pasrah masuk mobil.

Dalam penangkapan itu, beberapa PSK sempat mengelak ketika ditangkap. Mereka mengaku bukan PSK. “Saya bukan pelacur, saya di sini lagi nunggu orang. Jangan main tangkap saja, kalian salah nih,” teriak wanita yang digiring dari kawasan depan LP Cipinang.

Razia yang digelar Sudin Sosial Jakarta Timur itu, petugas menyisir kawasan Kebon Singkong, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Pulogadung, Rawamangun dan Matraman, Jl Pintu 2 TMII, hingga ke kawasan Boker, Ciracas.

“Razia kali ini hanya mendapatkan 14 PSK dan 1 pemulung. Sepertinya bocor karena tempat yang biasanya ramai menjadi sepi,” kata Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Timur, Muhammad Yasin.

Dikatakannya, seluruh PSK yang terjaring merupakan wajah-wajah lama. Bahkan sebagian dari mereka sudah lebih dari dua kali terjaring razia dan pernah dibina di Panti Sosial Bina Insani 1 di Kedoya Jakarta Barat. “Untuk sementara, seluruh PSK dan pemulung ini dimasukkan ke Panti Sosial Bina Insani 2 di Ceger,” tambah Yasin.

Empat pelacur yang sedang menunggu pria hidung belang di kawasan Falatehan, Kebayoran Baru diciduk aparat Satpol PP dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

“Ampun pak, saya bukannya pelacur. Tapi sedang menunggu angkutan untuk pulang kerja,” dalih Rosna,28, saat berusaha melepaskan sergapan aparat di lokasi Falatehan, Jumat (28/11) malam.

Namun permintaan itu tak digubris aparat yang dipimpin Kasatpol PP Jaksel, Sulistiarto dan Kasudin Sosial Jaksel, Abdurrahman Anwar.

Tak urung perempuan yang berdandan menor itu bersama tiga PSK lainnya langsung diangkut ke mobil patroli.

Sulistiarto, Kasatpol PP Jaksel menjelaskan hasil razia yang dilakukan Jumat (28/11) malam menjaring 4 PSK, satu pengemis dan satu penderita gangguan jiwa (psikotik) yang merupakan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dari Falatehan dan Blok M.(Pkt/Net)

Foto:ilustrasi/

News Feed